Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
2
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
18 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
3
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
4
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Opini

Dikeroyok di Bantaran Sungai, Gitaris Asal Kalsel Meninggal Terseret Arus

Dikeroyok di Bantaran Sungai, Gitaris Asal Kalsel Meninggal Terseret Arus
Evakuasi jasad gitaris band asal Kalsel yang ditemukan mengapung di sungai. (foto: dok istimewa)
Minggu, 27 Juli 2025 10:46 WIB

JAKARTA – Kematian tragis menimpa Muhammad Redho alias Redicta (34), gitaris band lokal asal Kalimantan Selatan. Redho ditemukan tewas mengapung di Sungai Martapura, Senin pagi (21/7/2025), sehari setelah berpamitan kepada keluarganya untuk memancing.

Awalnya diduga tenggelam karena kecelakaan, namun penyelidikan mengungkap fakta lain. Redho ternyata menjadi korban pengeroyokan oleh enam pria, lalu didorong hingga tercebur ke sungai.

Kapolres Banjar, AKBP Fadly, menyampaikan bahwa keenam pelaku ditangkap pada Kamis (24/7/2025) dini hari. Mereka adalah KH (50), IB (48), MR (38), MF (36), GM (33), dan AH (19).

"Motifnya dipicu oleh perselisihan karena korban kehilangan kunci motor dan ponsel, lalu menuduh para pelaku. Itu yang memicu pengeroyokan," jelas Fadly, Jumat (25/7/2025).

Peristiwa terjadi di bantaran Sungai Kitano. Redho disebut sempat mengamuk karena barangnya hilang, kemudian mengeluarkan umpatan yang memancing emosi pelaku. Ia dianiaya, bahkan salah satu pelaku mencoba menusuknya.

Dalam kondisi terdesak, Redho mencoba kabur dengan berenang menyeberangi sungai. Ia sempat berpegangan pada tiang jembatan, namun arus deras menyeretnya hingga akhirnya ditemukan meninggal.

Para pelaku tidak memberi pertolongan dan memilih pergi dari lokasi.

Keluarga korban sempat dibuat bingung atas penyebab kematian Redho. Kejanggalan mulai terasa saat ditemukan bercak darah di barang-barang milik korban. Mereka kemudian melapor ke polisi hingga kasusnya terungkap.

Adik korban, Faried, mengaku kecewa terhadap sikap warga sekitar yang memilih diam.

"Tak satu pun warga yang memberitahu kami soal kejadian malam itu. Padahal lokasi kejadian sangat dekat dari rumah kami," ujarnya, Sabtu (26/7/2025).

Kini, keluarga Redho hanya berharap keadilan ditegakkan.

"Semoga para pelaku dihukum setimpal, dan tak ada lagi kekerasan seperti ini," harap Faried. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Opini
wwwwww