Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
15 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Krisis Air Akibat Karhutla, Modifikasi Cuaca Jadi Andalan Pemerintah Sumbar

Krisis Air Akibat Karhutla, Modifikasi Cuaca Jadi Andalan Pemerintah Sumbar
Jum'at, 25 Juli 2025 18:39 WIB

PADANG – Dalam upaya menanggulangi krisis akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai melaksanakan hujan buatan lewat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah ini dilakukan menyusul kondisi kemarau panjang yang membuat dua kabupaten, Solok dan Lima Puluh Kota, menetapkan status tanggap darurat.

OMC menjadi harapan terakhir mengingat wilayah terdampak tidak diguyur hujan lebih dari dua bulan terakhir. Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy mengatakan operasi akan dimulai Jumat (25/7/2025), dengan target utama Lima Puluh Kota.

"Begitu muncul bibit awan, langsung kami semai dengan garam untuk memancing hujan. Kami prioritaskan daerah yang sangat kering dan berasap tebal," ujar Rudy usai rapat koordinasi, Kamis (24/7/2025).

Dari laporan yang diterima BPBD, tujuh daerah di Sumbar dilanda karhutla dengan luasan hampir 500 hektare. OMC didukung penuh oleh BNPB dan BMKG sebagai bagian dari intervensi darurat untuk mengatasi penyebaran asap dan kerusakan lahan.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan menjelaskan Juli adalah puncak musim kemarau, dan kondisi ini sangat rawan kebakaran. “OMC sangat vital, karena udara kering ini bisa bertahan sampai September,” katanya.

Koordinator Lapangan OMC, Candra Fadilah menyebutkan operasi akan berlangsung sampai 29 Juli 2025 dengan pola tiga kali penerbangan setiap hari.

"Setiap penerbangan kami bawa 1 ton garam untuk disemai. Jadi 3 ton per hari disemai ke langit Sumbar. Kalau bibit awan bagus, hujan bisa turun dalam waktu singkat," jelasnya.

Menurut Candra, efektivitas hujan buatan dapat mencapai 80% jika penyemaian dilakukan tepat sasaran. Perpanjangan OMC bisa dilakukan jika kondisi memungkinkan. ***

wwwwww