Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
17 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Kampus

Hari Kebaya Nasional 2025 Diperingati di Gedung Bersejarah

Hari Kebaya Nasional 2025 Diperingati di Gedung Bersejarah
Peringatan Hari Kebaya Nasional 2025. (Ist)
Jum'at, 25 Juli 2025 11:25 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
JAKARTA - Sejumlah wanita kompak terlihat cantik mengenakan kebaya dalam perayaan Hari Kebaya Nasional 2025 yang jatuh pada 24 Juli. Komunitas Perempuan Berkebaya (KPB) menjadi pihak yang memprakarsai perayaan tersebut yang berlangsung di Museum Mandiri, Jakarta.

"Pagelaran Hari Kebaya Nasional 2025 ini mengambil tema Kebaya: Merajut Kebhinekaan," kata Ketua Panitia Rihaya Syukur dalam sambutannya.

Ia mengungkapkan kebaya dan perempuan tidak dapat dipisahkan. Kebaya merupakan jati diri perempuan Indonesia.

"Kami ingin mengajak masyarakat terutama generasi muda untuk kembali mengenal, mencintai, dan membanggakan kebaya," ujarnya.

Rihaya menilai kebaya tidak hanya menjadi busana melainkan juga membawa sejarah dan peradaban perempuan Indonesia yang tidak lekang oleh waktu.

"Ini bukan soal pakaian, tapi tentang peradaban. Kebaya membawa sejarah dan filosofi yang kaya," paparnya.

Perayaan tersebut berisi serangkaian acara mulai dari parade kebaya Nusantara, pertunjukan budaya, sesi diskusi inspiratif perempuan berkebaya, hingga kolaborasi dan jejaring lintas komunitas.

Beberapa tamu undangan juga berasal dari delegasi beberapa negara meliputi Laos, Myanmar, Thailand, Yordania, Tmor Leste, Kazakstan, Malaysia, Mongolia, India, Cyprus, dan Zimbabwe

Penggagas KPB Lia Nathalia mengakui bahwa tidak sedikit orang yang salah mengartikan tentang kebaya sebagai busana.

"Kebaya menjadi identitas diri dan bagi bangsa sebagai kerarifan lokal. Kebaya menjadi simbol keindahan dan juga kekuatan bagi perempuan. Kebaya patut dirawat dan diperkenalkan di dunia internasional," jelasnya.

Lia kemudian menambahkan bahwa museum menjadi tempat diadakannya pagelaran tersebut untuk mengajak masyarakat lebih banyak belajar mengenai sejarah.

"Komunitas kami juga berupaya untuk mengedukasi sebanyak mungkin orang agar datang dan mengunjungi museum, agar mengetahui sejarah bangsa ini. Karena hal ini masih cukup jarang dilakukan," tambahnya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023 telah menetapkan tanggal 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Kampus, Warga Bertuah, Pasar & Niaga, Binawidya
wwwwww