Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
1 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti

Marinir Siap Dukung Polisi Perangi Teroris

Marinir Siap Dukung Polisi Perangi Teroris
Sabtu, 19 Mei 2018 04:40 WIB
SURABAYA - Pasukan elite Marinir Korps TNI Angkatan Laut menyatakan terpanggil untuk tugas mengamankan negara bersama Polri setelah terjadinya serangan beruntun oleh teroris dalam sepekan ini. Mereka siap diterjunkan kapan pun dan dimana pun bersama-sama pasukan elite TNI AD dan TNI AU yang tergabung dalam Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) berjuang bersama Polri.

Dalam pernyataannya dari Surabaya, Jumat (18/5/2018), Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono mengatakan pasukannya siap dikerahkan untuk mendukung polisi memerangi dan menumpas para pelaku terorisme.

''Mereka siap kapan pun dikerahkan untuk memerangi teroris. Pasukan kami terlatih dan siap di medan apapun,'' ujar Bambang.

Ia berada di Bumi Marinir guna melantik Kolonel Marinir Sarjito sebagai Komandan Komando Latih Korps Marinir (Dan Kolanmar) yang baru menggantikan Kolonel Marinir Wuryanto.

Menurut dia, Marinir memiliki satuan khusus antiteror yang tidak perlu diragukan.

''Kita Korps Marinir terpanggil berkontribusi untuk ikut bertanggung jawab membantu keamanan negara. Terwujudnya keamanan negara yang kondusif merupakan tanggung jawab kita bersama, agar pembangunan bangsa dapat berlangsung lancar dan aman,'' tandasnya.

Aksi brutal narapidana teroris di Mako Brimob, Depok, yang membunuh lima polisi secara sadis diikuti dengan serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, serta bom bunuh diri di pintu masuk Mapolrestabes Surabaya.

Setelah itu terjadi penyerangan di Mapolda Riau yang juga membawa korban seorang polisi. Di Sidoarjo, bom meledak di unit rumah susun yang diduga akan digunakan untuk melakukan serangan lainnya, tetapi justru membunuh keluarga pemilik bom. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:beritasatu.com
Kategori:Ragam
wwwwww