Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
22 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
3
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
4
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

15 Km Lontaran Abu Anak Krakatau, Satelit Rekam Erupsi di Selat Sunda

15 Km Lontaran Abu Anak Krakatau, Satelit Rekam Erupsi di Selat Sunda
Minggu, 06 September 2026 12:36 WIB

JAKARTA - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali meningkat dan memicu lontaran abu hingga ketinggian 15 kilometer. Kondisi tersebut memaksa otoritas penerbangan menghentikan sementara operasional Bandara Soekarno-Hatta Minggu (6/9/2026) dini hari.

Penampakan pergerakan abu vulkanik ini terekam dengan jelas melalui satelit luar angkasa. Akun Instagram @spacex_spacenews merilis citra yang menampilkan kepulan abu tebal membentang di langit Selat Sunda.

"Gelombang erupsi dahsyat terjadi di Anak Krakatau tadi malam, melontarkan abu hingga lebih dari 15 km ke atmosfer," tulis akun tersebut memberikan keterangan terkait tangkapan satelit.

Deteksi Ketinggian dan Wilayah Terdampak

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi pergerakan abu tersebut melalui citra pemantauan khusus. Analisis yang juga bersumber dari Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin menunjukkan material vulkanik menyebar di dua lapisan udara.

Pada level 20 ribu kaki, abu bergerak dominan ke arah timur laut dan selatan. Pergerakan ini menyebabkan wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat masuk dalam area cakupan sebaran material gunung api tersebut.

Di lapisan udara yang lebih tinggi, yakni 50 ribu kaki, abu bergerak ke arah barat daya dan barat laut. Sebaran ini meluas hingga ke Provinsi Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia.

Gangguan Rute Penerbangan

Kehadiran abu vulkanik di ruang udara padat ini menimbulkan disrupsi pada layanan penerbangan. Otoritas mencatat puluhan jadwal keberangkatan dan kedatangan mengalami kendala. Tindakan mitigasi yang diambil maskapai meliputi pembatalan terbang, penundaan jam keberangkatan, hingga pengalihan bandara tujuan.

Seiring dengan peningkatan aktivitas ini, status Gunung Anak Krakatau bertahan di level Siaga. Publik diinstruksikan untuk mematuhi zona aman dengan tidak mendekati area kawah dalam radius tiga kilometer.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww