Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
2
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
22 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
3
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
22 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
4
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
6 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
5
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
9 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Kuliner

Ketegangan Berlanjut, Israel Klaim Lumpuhkan Infrastruktur Hizbullah

Ketegangan Berlanjut, Israel Klaim Lumpuhkan Infrastruktur Hizbullah
Pasukan Israel dalam operasi di Lebanon. (Foto: Anadolu)
Jum'at, 04 September 2026 20:40 WIB

BEIRUT - Militer Israel mengklaim telah menguasai dua jalur bawah tanah milik Hizbullah di kawasan punggung bukit Ali al-Taher, Lebanon selatan, setelah menjalankan operasi selama beberapa pekan. Dalam pernyataannya pada Kamis (3/9/2026), militer Israel menyampaikan pasukannya kini berupaya menetralisasi jaringan terowongan di kawasan tersebut.

Militer Israel mengklaim pasukannya telah menguasai kawasan punggung bukit, baik di atas maupun di bawah tanah, serta menewaskan sejumlah anggota Hizbullah dalam operasi tersebut.

Temuan Kompleks Militer

Kompleks bawah tanah itu mencakup pusat komando, ruang penyimpanan senjata, dan fasilitas tempat tinggal, kata militer Israel, dikutip dari Xinhua.

Militer Israel turut menuduh infrastruktur tersebut dibangun selama lebih dari dua dekade dengan pendanaan dari Iran.

Kawasan Ali al-Taher terletak sekitar 15 kilometer dari perbatasan Israel dan menjadi salah satu titik panas dalam konflik Israel-Hizbullah di Lebanon selatan.

Dinamika Keamanan di Perbatasan

Operasi tersebut berlangsung ketika ketegangan di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon masih berlanjut. Pada awal Agustus, kedua negara menggelar putaran ketujuh perundingan di Roma, Italia, yang membahas pengaturan keamanan perbatasan serta penerapan kerangka kesepakatan antara kedua pihak.

Pasukan Israel masih ditempatkan di sejumlah wilayah Lebanon selatan meski gencatan senjata telah diberlakukan. Pemerintah Lebanon terus menuntut penarikan pasukan Israel dari wilayahnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Kuliner
wwwwww