Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
2
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
23 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
3
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
23 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
4
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
7 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
5
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
10 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Kampus

Firman Soebagyo Minta Strategi Karhutla Way Kambas Diubah: Cegah, Deteksi, Bergerak Bersama

Firman Soebagyo Minta Strategi Karhutla Way Kambas Diubah: Cegah, Deteksi, Bergerak Bersama
Kebakaran hutan di Lampung. (Ist)
Jum'at, 04 September 2026 22:02 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI),  Firman Soebagyo mendesak perubahan strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung. Menurutnya, pencegahan harus menjadi prioritas utama dibandingkan menunggu kebakaran terjadi.

Hal itu disampaikan Firman saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke TN Way Kambas, untuk memantau langsung kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla di kawasan konservasi tersebut.

Way Kambas merupakan habitat penting bagi sejumlah satwa dilindungi, termasuk gajah, badak Sumatera, dan harimau Sumatera. Kawasan tersebut juga berstatus ASEAN Heritage Park sehingga memiliki nilai ekologis dan konservasi yang sangat strategis.

Dalam dialog bersama Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas dan jajaran, Firman menilai pola penanganan karhutla perlu diubah dari pendekatan pemadaman setelah kejadian menjadi pencegahan sejak dini.

"Hari ini kita lihat langsung. Prinsipnya harus kita balik. Jangan 'padam setelah terjadi', tapi 'cegah duluan'. Karena mencegah itu jauh lebih murah, lebih cepat, dan menyelamatkan nyawa satwa dan manusia," tegas Firman, Jumat (4/9/2026).

Firman mencontohkan pola penanganan karhutla di China yang menurutnya dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia. Ia menekankan tiga langkah utama, yakni mencegah sejak awal, mendeteksi kebakaran secara cepat, dan bergerak bersama ketika api membesar.

Pertama, pencegahan dilakukan dengan memperketat larangan pembukaan lahan menggunakan api, meningkatkan edukasi masyarakat di desa penyangga, serta memperkuat sekat bakar dan Kampung Siaga Karhutla.

Kedua, deteksi dini perlu diperkuat melalui pemasangan kamera pemantau selama 24 jam dan penggunaan drone untuk menemukan titik api sedini mungkin.

Ketiga, ketika kebakaran membesar, penanganan harus dilakukan secara terpadu melalui pengerahan kekuatan dari darat dan udara.

"Kuncinya cuma tiga: cegah duluan, deteksi cepat, dan bergerak bareng. Ini yang harus segera kita terapkan di Way Kambas," ujar Firman.

Minta Jalur Evakuasi Satwa

Selain pencegahan kebakaran, Firman juga menyoroti aspek keselamatan satwa apabila terjadi karhutla di kawasan TN Way Kambas.
Ia meminta pengelola taman nasional memastikan ketersediaan jalur evakuasi satwa, embung air di zona inti, serta standar operasional prosedur (SOP) penyelamatan apabila gajah, badak, maupun harimau terdampak asap dan kebakaran.

"Way Kambas ini ASEAN Heritage Park. Ini rumah terakhir Badak Sumatera. Kalau Way Kambas terbakar, kita kehilangan warisan dunia. Negara wajib hadir penuh di sini," katanya.

Firman memastikan Komisi IV DPR RI akan mengawal kebutuhan tambahan anggaran untuk memperkuat sarana dan prasarana pencegahan serta deteksi dini karhutla di TN Way Kambas dalam pembahasan APBN. ***

wwwwww