Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
11 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Pelopor Mandatori B50, Realisasi Penyaluran Nasional Sentuh 80 Persen

Pelopor Mandatori B50, Realisasi Penyaluran Nasional Sentuh 80 Persen
Ilustrasi biodiesel B50. (foto: dokumen Kementerian ESDM)
Selasa, 01 September 2026 12:33 WIB

JAKARTA - Langkah Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel 50 persen (B50) menunjukkan tren positif. Menutup Agustus 2026, total penyaluran bahan bakar ramah lingkungan tersebut telah berada di level 80 persen.

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi merinci bahwa capaian tersebut didominasi oleh kesiapan infrastruktur penyalur di lapangan.

"Posisinya itu antara 75-80 persen kalau total penyaluran, ya. Tetapi Pertamina sudah 90 persen," urainya usai Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Kejar Target Oktober

Memasuki bulan-bulan krusial, Kementerian ESDM memasang target agar penyaluran B50 dapat terealisasi sepenuhnya di seluruh SPBU pada 1 Oktober 2026. Pemerintah memastikan proses monitoring dan evaluasi terus berjalan untuk mengawal kebijakan strategis ini.

"Jadi, kami lihat nanti sebulan lagi. Terus kami tetap melakukan pengawasan," imbuhnya.

Proyeksi Nilai Tambah

Mandatori B50 yang berlaku efektif sejak Juli 2026 ini bukan sekadar upaya penurunan emisi gas rumah kaca, yang ditaksir mencapai 44,46 juta ton CO2 ekuivalen. Program berkelanjutan ini turut membawa dimensi ekonomi yang masif bagi perekonomian nasional.

Proyeksi Kementerian ESDM menunjukkan bahwa substitusi solar ini mampu mengamankan devisa negara hingga Rp170 triliun sepanjang 2026. Selain itu, optimalisasi serapan CPO ini diproyeksikan dapat membuka lapangan kerja baru bagi sekitar 2,1 juta penduduk. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Pasar & Niaga
wwwwww