Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
7 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Menuju HUT ke-100, Persebaya Bidik Juara Super League 2026/2027

Menuju HUT ke-100, Persebaya Bidik Juara Super League 2026/2027
CEO Persebaya Surabaya, Azrul Ananda. (Ileague.id)
Selasa, 01 September 2026 16:23 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SURABAYA - Jelang bergulirnya kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League 2026/2027, Persebaya Surabaya memiliki target besar. Manajemen Persebaya secara terbuka menyatakan keinginan untuk membawa pulang trofi juara, sekaligus melanjutkan perjalanan panjang klub menuju perayaan Hari Ulan Tahun ke-100.

“Teman-teman, saya akan langsung to the point, kalau Tuhan mengizinkan, Persebaya ingin jadi juara di Super League 2026/2027,” kata CEO Persebaya, Azrul Ananda.

“Tapi untuk mencapai itu, Persebaya tidak bisa bergerak sendirian. Kita harus bersinergi bersama Persebaya, Bonek di seluruh dunia, seluruh partner dan tentunya Pemkot Surabaya serta TNI-Polri sebagai stakeholder utama di Surabaya dan sekitarnya,” imbuhnya.

Apalagi klub telah menyiapkan berbagai aspek untuk menghadapi persaingan musim baru. Mulai dari komposisi pemain, staf pelatih, hingga sistem pendukung yang dibangun untuk menjaga performa tim sepanjang kompetisi.

Salah satu sosok yang menjadi bagian penting dalam proyek tersebut adalah pelatih Bernardo Tavares. “Kami yakin untuk mengejar target musim ini kami telah memiliki pelatih yang tepat, Coach Tavares. saya ingin cerita sedikit, kami sudah mendekati Coach Tavares hampir tiga tahun lalu. Kami ingin Coach Tavares bergabung dengan Persebaya sejak lama dan saya baru bisa cerita sekarang,” ujar pria yang akrab disapa Azrul itu.

Saat pertama kali didekati, pelatih asal Portugal itu belum bisa menerima tawaran Persebaya. Namun, alasan penolakannya justru membuat manajemen semakin yakin dengan karakter sang pelatih.

“Coach tidak ingin meninggalkan pemain-pemainnya yang sedang menghadapi masalah di tempat sebelumnya. Pelatih yang mempunyai komitmen untuk maju bersama. Kami sangat bangga sekarang sudah memiliki Coach Tavares dan tim pelatih yang luar biasa,” sambungnya.

Untuk itu alasan mengapa Persebaya terus menjaga keinginan untuk bekerja sama dengan pelatih asal Portugal hingga akhirnya terwujud dan memimpin Francisco Rivera dkk.

“Kami juga sudah yakin memiliki barisan pemain yang luar biasa, di pramusim mereka sudah teruji,” kata Azrul Ananda.

Terbukti ujian selama masa pramusim menjadi bagian dari proses untuk mematangkan kesiapan tim sebelum memasuki Super league 2026/2027. Persebaya berharap pondasi yang dibangun sejak awal dapat membantu tim menghadapi perjalanan panjang Super League.

“Persebaya sedang punya gawe besar. Persebaya butuh sinergi dari kita semua untuk mencapai impian yang sudah lama kita nantikan. Manusia bisa berusaha, tapi Tuhan yang menentukan," tutur CEO berusia 49 tahun itu.

"Insyaallah Persebaya sudah berusaha. Insyaallah Persebaya sudah memiliki sinergi luar biasa dengan seluruh stakeholdernya. Kalau Tuhan mengizinkan, Persebaya ingin menjadi juara di Super League 2026/2027. Bismillah 2027! Salam Satu Nyali! Wani!,” pungkasnya. ***

wwwwww