Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
10 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
17 menit yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
14 menit yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
6
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
11 menit yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

PDB Ditargetkan 6 Persen, Menkeu Bidik 2,4 Juta Lapangan Kerja

PDB Ditargetkan 6 Persen, Menkeu Bidik 2,4 Juta Lapangan Kerja
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Sabtu, 29 Agustus 2026 11:44 WIB

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut laju produk domestik bruto (PDB) di level enam persen berpotensi menyediakan 2,4 juta lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Kalkulasi ini merujuk pada hitungan teknis bahwa setiap pertumbuhan ekonomi sebesar satu persen mampu menyerap sekitar 400 ribu tenaga kerja baru.

Akselerasi Serapan Angkatan Kerja

Meski angka serapan tersebut tergolong besar, Purbaya menilai proyeksi itu belum sepenuhnya menutupi jumlah keseluruhan penduduk yang berada pada usia produktif. Perekonomian idealnya harus menyentuh rentang 6,5 hingga 6,7 persen agar seluruh angkatan kerja dapat terserap optimal ke pasar tenaga kerja.

"Kalau satu persen yang sekarang 400 ribu, kalau enam kali empat berarti 2,4 juta lapangan kerja akan tercipta dari pertumbuhan enam persen," paparnya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

Pemerintah terus berupaya mempercepat laju perekonomian secara bertahap guna mengatasi kendala pengangguran. "Kalau pertumbuhan lima persen enggak cukup, makanya kita gini-gini saja, kita baru menuju enam persen kan semester kedua ini, tahun depan enam persen, tahun depannya lagi kami desain akan lebih cepat lagi," urainya.

Target Makroekonomi RAPBN 2027

Langkah akselerasi tersebut selaras dengan postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen secara tahunan (year on year/yoy). Sasaran ini tercatat lebih tinggi jika disandingkan dengan target APBN 2026 yang berada pada level 5,4 persen.

Dokumen RAPBN 2027 juga merumuskan stabilitas sejumlah indikator makroekonomi pokok. Tingkat inflasi dipatok stabil pada angka 2,5 persen, sementara imbal hasil suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan berada di posisi 6,9 persen. Nilai tukar rupiah diasumsikan bertengger di level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).

Dari sektor energi, asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) ditetapkan 75 dolar AS per barel. Pemerintah juga memasang target lifting minyak bumi sebanyak 610.000 barel per hari dan lifting gas mencapai 954.000 barel setara minyak per hari.

Perbaikan Parameter Sosial

Desain anggaran yang agresif ini bermuara pada perbaikan indikator kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan diproyeksikan turun ke kisaran 6,0 sampai 6,5 persen, membaik dari target APBN 2026 yang berada di angka 6,5 sampai 7,5 persen.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turut diarahkan menyusut ke rentang 4,30 sampai 4,87 persen, bergeser dari rentang 4,44 sampai 4,96 persen. Ketimpangan atau rasio gini diestimasi mengecil menjadi 0,362 hingga 0,367 dari sebelumnya 0,377 sampai 0,380. Indeks modal manusia juga didorong untuk meningkat ke angka 0,575.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Pasar & Niaga, Balai Kota, Keuangan
wwwwww