Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
11 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
1 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
6
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
1 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Diduga Selewengkan Uang Miliaran, 14 Pejabat Kementan Dinonaktifkan

Diduga Selewengkan Uang Miliaran, 14 Pejabat Kementan Dinonaktifkan
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
Selasa, 18 Agustus 2026 19:58 WIB

JAKARTA - Dugaan penyimpangan anggaran senilai miliaran rupiah membuat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menonaktifkan 14 pejabat dari berbagai tingkatan struktural di Kementerian Pertanian. Kebijakan ini disampaikan langsung kepada publik usai memimpin pelantikan pejabat eselon Kementan dan Badan Pangan Nasional di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

"Ada 14 kami copot, ada eselon I, ada eselon II, ada eselon III, dan tidak diberi jabatan, sementara diperiksa," paparnya.

Belasan birokrat tersebut dinonaktifkan sementara waktu untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh oleh Inspektorat Jenderal Kementan. Pencopotan ini tidak serta-merta merupakan sanksi akhir, melainkan prosedur standar demi memastikan kelancaran roda organisasi dan menghindari konflik kepentingan selama investigasi berlangsung.

Pihak kementerian mengalokasikan waktu maksimal tiga bulan bagi tim pemeriksa untuk mengumpulkan bukti-bukti. Jika ditemukan kerugian negara, Amran berkomitmen melimpahkan perkara tersebut ke aparat penegak hukum. Namun, penghargaan atas objektivitas tetap dikedepankan dengan cara mengembalikan jabatan mereka yang terbukti bersih dari tuduhan.

Ia membeberkan bahwa salah satu individu yang masuk dalam daftar pencopotan merupakan kerabat dekatnya. "Bahkan di antara mereka ada salah satu keluarga dekat saya. Tapi ini dilakukan atas nama negara. Di sini kita harus adil pada mereka," tuturnya.

Langkah preventif ini diharapkan mampu membangun budaya kerja yang mengutamakan integritas dan kepatuhan. "Menyimpang dan itu nilainya miliaran uang titik, indikasinya ya dugaan. Ini kan baru dugaan, tetapi karena dugaan, itu kami ingin organisasi ini berjalan, sehingga langsung kami tindaki," pungkasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:viva.co.id
Kategori:Kampus, Balai Kota
wwwwww