Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
13 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
3 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Parlemen

Ingatkan Prabowo Soal Nepotisme, Pengamat Bandingkan Hashim dan Probosutedjo

Ingatkan Prabowo Soal Nepotisme, Pengamat Bandingkan Hashim dan Probosutedjo
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres RI)
Senin, 17 Agustus 2026 09:32 WIB

JAKARTA - Langkah Presiden Prabowo Subianto dalam membangun kekuatan politik mandiri menuju 2029 dinilai harus terbebas dari praktik nepotisme. Kehadiran sekitar 20 organisasi kemasyarakatan (ormas) yang didirikan oleh sang adik, Hashim Djojohadikusumo, disorot sebagai potensi basis pendukung baru yang pengelolaannya perlu dilakukan secara proporsional.

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah menyampaikan bahwa Prabowo saat ini masih ditopang oleh jejaring rezim lama di lingkungan legislatif, eksekutif, serta yudikatif. Kondisi ini menuntut adanya pembentukan kekuatan politik yang benar-benar independen.

Amir menyoroti posisi Hashim yang perlu ditempatkan secara hati-hati agar tidak terjebak dalam tabu politik. Ia mengambil contoh dari era Presiden Soeharto yang tidak membawa adik tirinya, Probosutedjo, ke ranah politik praktis, melainkan memberikannya porsi di bidang bisnis.

"Dalam politik, nepotisme itu tabu," tegasnya, Minggu (16/8/2026).

Kehadiran puluhan ormas bentukan Hashim tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kendaraan politik baru, tetapi menjadi wadah pendukung yang solid bagi Prabowo. Amir juga memberikan catatan terkait sikap presiden terhadap isu-isu masa lalu.

"Belum ada ketegasan Prabowo terkait ijazah Jokowi dan Gibran. Prabowo harus membangun kekuatan baru," ingatnya.

Agar kekuatan baru ini efektif, verifikasi keanggotaan ormas menjadi hal utama. Amir meminta agar basis tersebut bersih dari pengaruh rezim sebelumnya serta tidak tumpang tindih dengan kepengurusan struktural partai.

"Kita berharap pengurus Gerindra tidak merangkap ormas itu. Jangan sampai tidak memverifikasi orang rezim lama ada di ormas tersebut," paparnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Parlemen
wwwwww