Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
13 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
3 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Sabuk Hujan Tertahan di Utara, Wilayah Selatan ASEAN Bersiap Hadapi Krisis Ekologi

Sabuk Hujan Tertahan di Utara, Wilayah Selatan ASEAN Bersiap Hadapi Krisis Ekologi
Ancaman kekeringan. (ilustrasi: hermanto ansam/gosumbar.com/gemini ai)
Kamis, 06 Agustus 2026 07:14 WIB

JAKARTA - Fenomena iklim El Nino yang terus menunjukkan tren penguatan dipastikan berdampak langsung pada penurunan intensitas hujan di sejumlah negara Asia Tenggara. Situasi ini mengharuskan warga untuk bersiap menghadapi ancaman kekeringan, kenaikan suhu, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan.

Laporan peringatan dini tersebut diterbitkan oleh Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) yang berkedudukan di Singapura, Selasa (4/8/2026). Pemantauan terbaru menunjukkan dinamika cuaca yang memerlukan antisipasi segera dari negara-negara terdampak.

Kondisi Kontras Utara dan Selatan

Menurut pemaparan ASMC, dominasi angin muson barat daya yang berembus dari tenggara dan barat daya diprediksi berlangsung dari Agustus hingga Oktober 2026. Fenomena angin ini menahan sabuk hujan muson agar tetap berada di utara khatulistiwa.

"Kondisi El Nino cenderung meningkatkan peluang curah hujan di bawah normal pada sebagian besar wilayah selatan ASEAN," papar laporan resmi ASMC.

Akibat tertahannya sabuk hujan tersebut, wilayah selatan ASEAN beserta bagian selatan Indonesia akan memasuki fase kering kerontang. Sebaliknya, kawasan utara ASEAN diproyeksikan akan lebih sering diguyur hujan.

Alarm Titik Panas Kawasan

Di samping defisit curah hujan, temperatur udara yang berada di atas level normal turut membayangi sebagian besar wilayah ASEAN. Kenaikan suhu ekstrem ini dikhawatirkan memicu krisis kekeringan yang lebih parah.

ASMC membunyikan alarm bahaya terhadap aktivitas titik panas yang berpotensi meroket tajam akibat perpaduan cuaca panas, kekeringan, dan embusan angin kencang. Apabila jumlah titik panas terus bertambah dan lepas kendali, musibah kabut asap lintas batas negara tidak akan bisa terhindarkan.

Laporan tersebut juga merinci kondisi spesifik di Subkawasan Mekong. Meski diprediksi lebih aman dari dampak kekeringan ekstrem, ASMC meminta agar kewaspadaan tidak diturunkan, terutama pada area yang mengalami penurunan hujan guna mencegah timbulnya titik-titik api baru di kawasan tersebut. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww