Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
15 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
5 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
5 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Kuliner

Babak Baru Konflik Timur Tengah, Iran Ancam Inggris Usai Bantu AS

Babak Baru Konflik Timur Tengah, Iran Ancam Inggris Usai Bantu AS
Personel militer AS terlihat menyiapkan amunisi di pangkalan udara Fairford di Gloucestershire, Inggris. (Foto: BBC/EPA)
Jum'at, 24 Juli 2026 11:22 WIB

JAKARTA -  Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran kembali kandas setelah rentetan operasi militer menghujani wilayah Iran sejak awal Juli. Situasi konflik di Timur Tengah ini diprediksi semakin meluas setelah Inggris secara resmi memberikan akses pangkalan udaranya untuk digunakan oleh armada tempur militer AS Kamis (23/7/2026).

Konflik terbuka antara kedua negara sebelumnya sempat mereda melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 18 Juni lalu. Agenda kesepakatan itu awalnya dirancang untuk mengakhiri perselisihan bersenjata yang meletus sejak 28 Februari.

Batalnya Status Gencatan Senjata

Namun, gencatan senjata tersebut hanya bertahan dalam hitungan pekan. Sejak 8 Juli, militer AS kembali melancarkan serangan ke wilayah Iran. Menanggapi situasi ini, Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi bahwa kesepakatan gencatan senjata antara Washington dan Teheran sudah tidak berlaku lagi.

Terkait dimulainya kembali gempuran udara, Komando Pusat AS (CENTCOM) memberikan penjelasannya. Pihaknya mengklaim bahwa operasi militer tersebut murni merupakan langkah balasan atas aktivitas militer Iran yang dinilai mengancam jalur logistik dan keamanan kapal-kapal niaga di area Selat Hormuz.

Aksi Balasan dan Perluasan Konflik

Merespons manuver militer dari Washington, Teheran langsung mengambil langkah tegas. Militer Iran meluncurkan aksi balasan dengan menargetkan sejumlah pangkalan militer AS yang tersebar di berbagai titik strategis di kawasan Timur Tengah.

Di tengah ketegangan yang belum mereda, laporan Bloomberg menyebutkan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham turut memberikan izin kepada AS untuk menggunakan pangkalan udaranya sebagai titik peluncuran serangan tambahan. Keterlibatan fasilitas militer Inggris ini menambah deretan pihak asing dalam perseteruan tersebut, mengingat Iran telah menegaskan tidak akan segan membalas pihak mana pun yang memfasilitasi serangan udara ke wilayahnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner
wwwwww