Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
13 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Mimbar Bertuah

Cetak Sejarah Baru, Spanyol Juara Dunia Sekaligus Sapu Bersih Penghargaan

Cetak Sejarah Baru, Spanyol Juara Dunia Sekaligus Sapu Bersih Penghargaan
Senin, 20 Juli 2026 06:46 WIB
Penulis: M Rafdinal Adrianto

JAKARTA - Tim Nasional Spanyol menasbihkan diri sebagai juara Piala Dunia 2026 berkat kemenangan tipis 1-0 atas Argentina. Pertandingan final yang digelar di Stadion MetLife, New York New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB ini menjadi penutup turnamen yang menempatkan La Roja di puncak sepak bola global.

Gol penentu kemenangan Spanyol lahir dari kaki Ferran Torres pada menit ke-106. Hasil ini memupus harapan Argentina untuk mengulang sukses 2022 sekaligus memberikan trofi Piala Dunia kedua bagi Spanyol dalam sejarah partisipasi mereka.

Kontrol Penuh Jalannya Pertandingan

Data statistik menunjukkan dominasi mutlak Spanyol atas Argentina. La Roja mencatat 845 operan dengan 765 operan akurat, hampir dua kali lipat lebih banyak dibandingkan Argentina yang hanya membukukan 433 operan. Solidnya penguasaan bola ini membuat Argentina gagal mengembangkan permainan, bahkan hingga babak tambahan waktu.

Tugas Argentina semakin berat ketika gelandang andalan mereka, Enzo Fernandez, harus keluar lapangan usai menerima kartu kuning kedua di pengujung waktu normal. Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menyebut timnya sudah siap menghadapi segala situasi di lapangan, termasuk kebuntuan panjang akibat disiplinnya pertahanan lawan.

"Ini adalah final Piala Dunia. Bahkan ketika lawan bermain dengan 10 pemain di akhir pertandingan, kami tetap harus berjuang dan siap menderita hingga peluit panjang dibunyikan," tandas De la Fuente.

Patahkan Rekor Bersejarah Italia

Keberhasilan mengangkat trofi di Amerika Serikat ini juga menorehkan sejarah baru bagi Spanyol. Mereka resmi memecahkan rekor dunia untuk pertandingan beruntun tanpa kekalahan terpanjang di kompetisi internasional, yakni 38 pertandingan. Catatan ini melampaui rekor 37 laga tak terkalahkan milik Italia yang diukir pada periode 2018 hingga 2021.

Bagi Argentina, kegagalan di final membuat mereka gagal menyamai koleksi empat gelar juara dunia milik Italia dan Jerman. Tim Tango juga melewatkan kesempatan menjadi negara ketiga setelah Italia dan Brasil yang mampu memenangi Piala Dunia secara berturut-turut.

Pemain Spanyol Kuasai Gelar Individu

Sukses kolektif Spanyol disempurnakan dengan raihan gelar individu para pemainnya. Rodri terpilih sebagai peraih Golden Ball, sementara Unai Simon membawa pulang Golden Glove berkat rekor enam laga tanpa kebobolan. Bek tangguh Pau Cubarsi melengkapi daftar tersebut dengan memenangi penghargaan Pemain Muda Terbaik.

Di luar pemain Spanyol, Kylian Mbappe dari Prancis berhak atas Golden Boot setelah memuncaki daftar pencetak gol dengan 10 gol, melewati rekor pencetak gol sepanjang masa Piala Dunia dengan total 22 gol. ***

wwwwww