Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
14 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
4 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
4 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Kuliner

Pelanggaran Kesepakatan Damai Picu Gempuran Fasilitas Militer Timur Tengah

Pelanggaran Kesepakatan Damai Picu Gempuran Fasilitas Militer Timur Tengah
Menlu Prancis, Jean-Noel Barrot (dok. AFP)
Kamis, 09 Juli 2026 17:06 WIB

JAKARTA - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat di kawasan Timur Tengah akibat saling tuding pelanggaran gencatan senjata. Perebutan pengaruh di Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak dan gas global menjadi pemicu utama eskalasi tersebut.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, memberikan tanggapan terkait krisis ini dalam sebuah wawancara bersama televisi TF1 yang dilansir AFP, Kamis (9/7/2026). Ia menyebut Iran telah memancing kemarahan Amerika Serikat.

"Iran-lah yang, dengan menargetkan kapal-kapal yang berlayar di perairan Oman, melanggar komitmennya sendiri serta melanggar hukum internasional," ungkap Barrot.

Ia menilai langkah Teheran merusak kesepakatan yang sebelumnya telah disepakati bersama. Barrot turut mengimbau penghentian agresi militer agar dialog damai dapat dilanjutkan tanpa hambatan.

"Manuver semacam ini harus benar-benar dihentikan agar perundingan krusial ini dapat terus berjalan dalam kondisi terbaik," jelasnya.

Rentetan serangan militer saling berbalas sejak Selasa (7/7/2026) dan berlanjut sampai Kamis (9/7/2026). Pihak militer Amerika Serikat menyatakan tindakan mereka merupakan bentuk pembelaan atas teror terhadap tiga kapal komersial milik Qatar dan Arab Saudi yang melintas di Selat Hormuz.

Sebagai bentuk balasan, Iran menargetkan markas militer Amerika Serikat di wilayah Teluk seperti Bahrain dan Kuwait. Teheran bersikeras bahwa Washington telah melanggar kesepakatan lewat pemberlakuan sanksi minyak, campur tangan di Selat Hormuz, serta sikap diam terhadap agresi Israel ke Lebanon.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Kuliner
wwwwww