Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
12 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Rupiah Melemah ke Rp 17.995 per Dolar AS Terimbas Laporan Fitch Ratings

Rupiah Melemah ke Rp 17.995 per Dolar AS Terimbas Laporan Fitch Ratings
Ilustrasi (net)
Senin, 06 Juli 2026 18:57 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Senin sore (6/7/2026) melemah 32 poin atau 0,18 persen menjadi Rp 17.995 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di level Rp 17.963 per dolar AS. Pelemahan mata uang Garuda ini dipicu oleh respons negatif pasar terhadap laporan terbaru Fitch Ratings mengenai kondisi ekonomi Indonesia.

Sorotan Fitch Ratings Terhadap Ekonomi RI

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa laporan Fitch Ratings memberikan pandangan mendalam mengenai kerentanan ekonomi makro Indonesia. Indikator pelemahan rupiah, penurunan cadangan devisa, hingga arus modal keluar yang masif menjadi sorotan utama.

"Fitch Ratings dalam laporan terbarunya memberikan pandangan mendalam mengenai rapuhnya kondisi ekonomi makro Indonesia, yang terlihat dari indikator pelemahan rupiah, penurunan cadangan devisa, hingga arus modal keluar yang masif. Namun demikian, perhatian sesungguhnya dari Fitch ialah pada aspek kepercayaan investor yang kian melemah akibat memburuknya tata kelola ekonomi," jelasnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Lembaga pemeringkat internasional tersebut memperingatkan bahwa tekanan yang berkepanjangan dapat meningkatkan biaya pinjaman pemerintah serta memperbesar risiko penurunan peringkat utang (sovereign rating) Indonesia. Pada Maret 2026, peringkat utang Indonesia berada di level BBB dengan prospek (outlook) direvisi menjadi negatif.

Sentimen Neraca Perdagangan dan Geopolitik

Selain laporan Fitch, kegelisahan pasar dipicu oleh neraca perdagangan Indonesia yang mencatat defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS pada Mei 2026. Angka ini sekaligus mengakhiri tren surplus yang telah bertahan selama 72 bulan berturut-turut.

Faktor eksternal turut memperkeruh suasana, terutama tensi geopolitik perang Rusia-Ukraina menjelang KTT NATO di Turki. Ketidakpastian kesepakatan Amerika Serikat (AS) dengan Iran terkait Selat Hormuz juga membatasi penurunan harga minyak mentah dunia.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari yang sama bergerak melemah ke level Rp 17.999 per dolar AS dari sebelumnya Rp 17.960 per dolar AS.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Pasar & Niaga
wwwwww