Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
22 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
3
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
4
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Opini

Kemhan Hapus Materi Militer bagi Peserta Program Koperasi Desa

Kemhan Hapus Materi Militer bagi Peserta Program Koperasi Desa
Latsarmil calon manajer KDMP/KNMP. (Foto: Antara/Fakhri Hermansyah)
Rabu, 01 Juli 2026 18:01 WIB

JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) melakukan penyesuaian signifikan terhadap program pendidikan bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Langkah ini diambil setelah adanya evaluasi mendalam pasca-kematian lima peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Wakil Menteri Pertahanan, Marsekal TNI (HOR) Donny Ermawan Taufanto, menyatakan bahwa status calon manajer sebagai komponen cadangan (Komcad) telah dibatalkan. Fokus pelatihan kini beralih pada pembentukan karakter dan kompetensi manajerial.

"Tempat pembelajaran dan pendidikan tetap di 67 satuan pendidikan tersebut, cuma waktunya saja yang berubah. Itu terkait dengan kami telah merevisi program tersebut," ujar Donny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Pihaknya menjelaskan, setelah dua pekan pelatihan bela negara, peserta akan dibekali materi manajerial. Calon manajer Koperasi Merah Putih akan menerima kurikulum pengelolaan koperasi, sementara peserta dari Kampung Nelayan Merah Putih mendapatkan pelatihan sektor perikanan dari kementerian teknis terkait.

"Jadi seperti mengikuti jadwal harian itu juga melatih disiplin waktu mereka," tambahnya mengenai penekanan pada aspek kedisiplinan.

Perubahan ini merupakan upaya kementerian untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan pelatihan yang relevan dengan tugas pembangunan yang akan mereka jalankan di lapangan, tanpa menyertakan elemen taktik militer yang sebelumnya sempat direncanakan.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Opini
wwwwww