Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
12 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Kuliner

Tinggalkan Rencana Swiss, Washington Teheran Bertemu di Doha

Tinggalkan Rencana Swiss, Washington Teheran Bertemu di Doha
Ilustrasi AS dan Iran (net)
Senin, 29 Juni 2026 18:35 WIB

JAKARTA - Ketegangan di kawasan Teluk Persia menemui titik terang setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat menghentikan sementara permusuhan bersenjata. Delegasi dari Washington dan Teheran dipastikan segera menggelar pertemuan darurat di Doha, Qatar, Selasa (30/6/2026) besok untuk meredam konflik agar tidak memicu perang terbuka.

Berdasarkan laporan media Axios, Senin (29/6/2026), langkah menyetop seluruh operasi militer di lapangan ini menjadi rem darurat usai aksi saling serang sepanjang akhir pekan kemarin.

Agenda di Doha ini menggantikan draf awal perundingan di Swiss yang sejatinya membahas program nuklir Iran. Perubahan agenda total ini diambil khusus untuk menyelamatkan rute pelayaran di Selat Hormuz.

Pangkal masalah berakar dari Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang diteken secara elektronik oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, 18 Juni lalu.

MoU tersebut mengharuskan AS mencabut blokade laut di pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara Iran menjamin keamanan navigasi Selat Hormuz. Konflik muncul karena Teheran bersikeras kapal asing wajib berkoordinasi dengan militer mereka sebelum melintas, syarat yang ditolak keras oleh AS.

Puncak eskalasi dimulai Kamis (25/6/2026) lewat serangan terhadap kapal tanker afiliasi Qatar di Selat Hormuz. Militer AS segera membalas lewat serangan udara ke fasilitas Iran di Sirik dan Pulau Qeshm.

Ketegangan makin tajam menyusul pernyataan keras pemimpin AS. "AS tidak akan ragu menggunakan opsi militer pamungkas untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah mulai," tegas Presiden AS Donald Trump sembari mengancam akan melenyapkan rezim Republik Islam Iran jika menolak patuh pada kesepakatan damai.

Respons cepat datang hanya satu jam kemudian. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengerahkan drone dan rudal balistik untuk menggempur delapan fasilitas militer AS di Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait, serta markas Armada Kelima AS di Bahrain, Minggu (28/6/2026) pagi.

Sistem pertahanan udara Kuwait dan Bahrain dipaksa bekerja keras meredam gempuran sejak subuh. Imbasnya, jadwal pembicaraan teknis hari Minggu kemarin dibatalkan sepihak oleh Iran.

Sebelumnya, pertemuan di Swiss pekan lalu yang dihadiri Wakil Presiden AS JD Vance sudah menyepakati pembuatan komunikasi langsung antara militer AS dan IRGC. Namun, baku tembak telanjur pecah sebelum jalur darurat itu beroperasi.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner
wwwwww