Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
12 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
2 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
2 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Kampus

Titiek Soeharto: Nusakambangan Tak Lagi Identik Penjara

Titiek Soeharto: Nusakambangan Tak Lagi Identik Penjara
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto saat melakukan kunjungan ke Pemasyarakatan Nusakambangan. (Ist)
Senin, 22 Juni 2026 07:40 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
CILACAP – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Titiek Soeharto, mengapresiasi transformasi kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan yang kini berkembang menjadi sentra ketahanan pangan sekaligus pusat pembinaan kemandirian warga binaan.

Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Nusakambangan bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto.

Dalam kunjungan tersebut, Titiek meninjau sejumlah sektor produktif yang dikembangkan di kawasan Nusakambangan, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, hingga budidaya komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Menurutnya, wajah Nusakambangan saat ini jauh berbeda dari persepsi yang selama ini berkembang di masyarakat.

"Selama ini Nusakambangan identik dengan tempat yang menyeramkan. Banyak yang membayangkan kawasan ini seperti Alcatraz," kata Titiek dalam keterangan pers Minggu (21/6).

"Namun setelah melihat langsung, saya melihat potensi besar yang berhasil dikembangkan menjadi lahan produktif dan menghasilkan berbagai komoditas yang bermanfaat," lanjutnya.

Ia menyoroti keberhasilan pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi kawasan pertanian dan peternakan yang mampu mendukung program ketahanan pangan.

Komoditas yang dikembangkan di kawasan tersebut antara lain padi, peternakan ayam, budidaya udang, perkebunan, hingga budidaya sidat yang dinilai memiliki prospek ekonomi menjanjikan.

Titiek menilai model pengelolaan yang diterapkan di Nusakambangan dapat menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lain dalam mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.

"Kami melihat banyak lahan yang berhasil dimanfaatkan secara maksimal. Ini menunjukkan bahwa kawasan pemasyarakatan juga dapat berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi sarana pembinaan yang produktif bagi warga binaan," ujarnya.

Sementara itu, Menimipas Agus Andrianto mengatakan pengembangan sektor ketahanan pangan merupakan bagian dari transformasi pemasyarakatan yang saat ini tengah dilakukan pemerintah.

Menurut Agus, seluruh lapas dan rutan didorong untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia guna mendukung kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.

"Kami meminta seluruh lapas dan rutan memanfaatkan lahan idle yang ada untuk mendukung program ketahanan pangan, terutama guna memenuhi kebutuhan internal masing-masing satuan kerja," kata Agus.

Ia menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas di lingkungan pemasyarakatan, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi terhadap program ketahanan pangan nasional.

Selain mendukung kebutuhan pangan warga binaan, optimalisasi lahan dinilai dapat membantu menjaga stabilitas pasokan komoditas tertentu, termasuk kebutuhan protein dan hasil peternakan.

Transformasi Nusakambangan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan.

Melalui berbagai kegiatan produktif, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan kerja, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi yang memberikan nilai ekonomi.

Dengan berbagai sektor produktif yang terus berkembang, Nusakambangan kini tidak hanya dikenal sebagai kawasan pemasyarakatan dengan tingkat pengamanan tinggi, tetapi juga sebagai salah satu pusat pengembangan ketahanan pangan yang mendukung program pemerintah.

Kunjungan Komisi IV DPR RI tersebut sekaligus menjadi pengakuan atas perubahan fungsi kawasan Nusakambangan yang kini bergerak menuju model pemasyarakatan yang lebih produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pemberdayaan. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Kampus, Parlemen, Binawidya
wwwwww