Masuk Daftar Sepuluh Perusahaan Manipulasi Ekspor CPO, Wilmar Angkat Bicara
![]() |
| Ilustrasi (net) |
Pernyataan sikap ini diumumkan oleh manajemen untuk merespons langkah pemerintah yang sedang membidik perusahaan-perusahaan perkebunan atas indikasi kecurangan faktur ekspor.
"Wilmar ingin mengklarifikasi bahwa kami belum menerima pemberitahuan resmi terkait penyelidikan yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut. Namun, kami sedang bekerja sama dengan otoritas terkait untuk memahami kekhawatiran mereka," jelas manajemen Wilmar International Limited melalui pengumuman di Bursa Singapura, Jumat (29/5/2026).
Pihak perusahaan memastikan akan menjaga transparansi informasi bagi para pemegang saham terkait perkembangan isu under invoicing dan transfer pricing ekspor sawit ini.
"Ketika kami menerima pemberitahuan resmi bahwa Wilmar sedang diselidiki atas dugaan under-invoicing dan transfer pricing ekspor, kami akan memberikan pembaruan kepada pasar sesuai dengan hal tersebut," sambungnya.
Kabar mengenai manipulasi faktur perdagangan ekspor ini sebelumnya dibeberkan oleh otoritas keuangan negara. Terdapat sepuluh nama perusahaan besar yang dicurigai memainkan nilai ekspor guna menghindari pajak, termasuk Wilmar dan Musim Mas Group.
"Itu udah betul. Dua-duanya betul," ucap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kemenko Perekonomian, Selasa (26/5/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya menyebutkan indikasi keterlibatan PT Salim Ivomas Pratama Tbk dalam kasus tersebut. Meskipun demikian, ia menepis keterlibatan perusahaan lain seperti PT Cargill Indonesia dan First Resources Limited. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Kampus |











