Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
16 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Opini

Evaluasi Satpol PP DKI Usai Viral Insiden Tarik Menarik dengan Pedagang CFD di Kawasan Bundaran HI

Evaluasi Satpol PP DKI Usai Viral Insiden Tarik Menarik dengan Pedagang CFD di Kawasan Bundaran HI
Satpol PP DKI Jakarta menertibkan pedagang es krim bersepeda yang berjualan di car free day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (24/5/2026). (Tangkapan layar @Infojkt24)
Minggu, 24 Mei 2026 19:52 WIB

JAKARTA - Upaya penertiban pedagang kaki lima di area car free day (CFD) kembali menjadi perbincangan publik. Sebuah rekaman yang memperlihatkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berusaha mengamankan pedagang es krim bersepeda di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (24/5/2026), viral setelah warga turun langsung membebaskan sang pedagang.

Melalui video dari Instagram @asalput dan @infojkt24, sejumlah petugas tampak mengelilingi dan memegang paksa lengan pedagang tersebut. Ketegangan berhasil diredam ketika warga sekitar yang sedang berolahraga, salah satunya pria berbaju merah, pasang badan membela pedagang es krim hingga akhirnya dilepaskan oleh aparat.

"Untung banget ada bapak-bapak baju merah yang berani berantemin Satpol PP buat lepasin bapaknya. Akhirnya abang es krimnya dilepas. Gue gak bisa bayangin kalau dia harus diangkut. Gue akan ikut abangnya karena gue pembeli terakhir," tulis narasi dalam unggahan @asalput.

Menanggapi ramainya kritik publik, Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan angkat bicara. Ia membenarkan tindakan anggotanya yang didasarkan pada aturan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang melarang aktivitas jual beli di rute utama agar tidak mengganggu keamanan umum.

Meski demikian, Satriadi menyayangkan jika proses penertiban tersebut tidak diimbangi dengan cara yang persuasif di lapangan. Ia berjanji akan mengevaluasi kinerja personelnya agar bertindak lebih bijak.

"Kami menyadari bahwa dalam pelaksanaan penertiban, pendekatan humanis, komunikasi yang baik, dan sikap persuasif harus selalu dikedepankan," papar Satriadi.

Ia memastikan insiden tarik-menarik ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh jajarannya ketika bersinggungan langsung dengan masyarakat kecil pencari nafkah.

"Satpol PP DKI Jakarta akan terus berkomitmen menjaga ketertiban dengan pendekatan yang humanis," sambungnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Opini
wwwwww