Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
10 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Regulasi Ekspor Terpusat Berpotensi Guncang Sektor Sawit dan Pertambangan

Regulasi Ekspor Terpusat Berpotensi Guncang Sektor Sawit dan Pertambangan
Ilustrasi (net)
Jum'at, 22 Mei 2026 12:17 WIB

JAKARTA - Stabilitas ekonomi nasional dan iklim investasi menghadapi tantangan baru di tengah wacana penguatan kontrol negara terhadap sektor ekspor. Konsep sentralisasi tata niaga ini dinilai membutuhkan kajian regulasi yang sangat mendalam agar tidak memicu krisis ekonomi baru di masa depan.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Golkar, Firman Soebagyo mengingatkan pemerintah agar tidak terjebak dalam kegagalan pengelolaan ekonomi secara sentralistik. Ia menjadikan krisis finansial sebuah negara di benua Amerika Selatan sebagai contoh nyata kelalaian fatal.

"Ada juga yang gagal, yang gagal Venezuela. Itu gagal total, ekonominya berantakan," ungkap Firman yang disadur dari RMOL, Jumat (22/5/2026).

Pemerintah sejatinya memiliki tujuan menekan celah pelanggaran ekspor semacam under invoicing. Kendati demikian, memperkuat peran pengawas di lapangan dinilai lebih masuk akal ketimbang mengambil kendali total atas jalur perdagangan komoditas.

"Harusnya fungsi pengawasannya yang ditingkatkan, bukan kemudian diambil alih seperti itu," sambungnya.

Ketergantungan ekonomi pada instrumen APBN semata tidak akan mampu menggerakkan roda pembangunan tanpa sokongan dari pihak swasta dan pemodal. Aturan main yang terlalu mengekang ruang gerak pengusaha akan langsung memunculkan risiko capital flight secara beruntun.

"Kalau sampai terjadi capital flight, sektor-sektor besar seperti sawit, pertambangan, minyak dan gas bisa terdampak," terangnya.

Walaupun negara seperti Chile mencatatkan keberhasilan mengelola ekspor lewat skema perusahaan negara, perbedaan kompleksitas ekonomi dengan kondisi di Indonesia sama sekali tidak bisa disamakan. Kepastian hukum bagi kelangsungan dunia usaha, kestabilan harga pangan, serta jaminan hidup bagi petani harus terus diprioritaskan dalam setiap perancangan kebijakan.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Pasar & Niaga, Binawidya
wwwwww