Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
22 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
3
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
4
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Maros Reina Sebut Super League 2025/2026 Sulit dan Penuh Tantangan

Maros Reina Sebut Super League 2025/2026 Sulit dan Penuh Tantangan
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina. (Ileague.id)
Rabu, 20 Mei 2026 14:31 WIB
Penulis: Azhari Nasution
KEDIRI - Marcos Reina adalah salah satu pelatih debutan di sepakbola Indonesia. Meski baru setengah musim berkiprah di Super League 2025/2026 bersama Persik Kediri, dia mengaku belajar banyak soal sepak bola negeri ini.

Pelatih asal Spanyol ini resmi menukangi Macan Putih sejak 4 Desember tahun lalu untuk menggantikan Ong Kim Swee yang harus pulang ke Malaysia untuk membangun sepak bola muda di negaranya.

Laga tandang Persik melawan Persebaya, 23 Mei nanti, jadi pertandingan ke-21 bagi jurutaktik berusia 41 tahun ini. Dari 20 pertandingan sebelumnya, Marcos Reina mencatat tujuh kemenangan, tiga imbang, dan sepuluh kekalahan. 

Meski kariernya di Indonesia baru seumur jagung, Marcos Reina membawa gaya permainan berbeda bagi skuat Persik Kediri. Style Spanyol yang diusungnya membuat performa Hamra Hehanussa dkk. makin rancak dan enak ditonton. 

"Saya belajar banyak selama di sini. Sebagai orang baru, saya harus beradaptasi dengan lingkungan. Saya belajar kultur, karakter pemain lokal, dan skill mereka," katanya. 

Soal pemain, mantan arsitek Ranger's FC di Liga Andorra ini juga mengamati penggawa lokal yang membela tim lain. "Kesimpulan saya Indonesia punya banyak pemain lokal bagus. Sepak bola negara ini akan terus berkembang. Begitu juga kompetisinya jika terus ditata lebih baik lagi," ucapnya.

Marcos Reina juga menyebut selama menjadi pelatih, Kompetisi Super League termasuk salah satu kompetisi sangat sulit dan penuh tantangan. "Super League sangat kompetitif. Tiap pekan kita tak bisa memprediksi hasil akhir pertandingan. Ini membuat saya harus bekerja keras tiap hari dan merancang taktik baru. Tapi bagi saya ini faktor sangat menarik," tuturnya. ***

wwwwww