Krisis Tenaga Kesehatan Landa Delapan Puskesmas Pelosok Sumatra Barat
![]() |
| Sejumlah tenaga kesehatan bergandengan tangan menyeberangi sungai untuk melayani masyarakat yang terisolasi pascabencana hidrometeorologi pada November 2025 di Kota Padang, Sumatra Barat. (foto: antara) |
PADANG - Pemerataan pelayanan fasilitas medis di Provinsi Sumatra Barat masih terus diupayakan. Sebanyak delapan pusat kesehatan masyarakat yang tersebar di sejumlah kabupaten saat ini sangat membutuhkan tambahan tenaga kesehatan demi memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat setempat.
"Ada delapan puskesmas lagi yang masih memerlukan tambahan tenaga kesehatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Aklima, Kamis (14/5/2026).
Kekurangan sumber daya manusia di sektor medis ini menyebar di wilayah yang cukup spesifik. Rinciannya mencakup tiga fasilitas kesehatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, tiga di Kabupaten Solok, satu di Kabupaten Limapuluh Kota, serta satu puskesmas di Kabupaten Pesisir Selatan.
"Delapan puskesmas ini belum mempunyai tenaga kesehatan yang lengkap," tambahnya sebagaimana dilansir dari kantor berita Antara.
Secara keseluruhan, ratusan puskesmas di 19 kabupaten dan kota di Sumatra Barat sebenarnya sudah memiliki tim medis yang memadai. Kelengkapan tenaga kesehatan di mayoritas puskesmas tersebut meliputi dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga farmasi, ahli gizi, hingga ahli teknologi laboratorium medik.
Tantangan pemenuhan tenaga medis tidak hanya terjadi di puskesmas, melainkan juga pada tingkat rumah sakit umum daerah. Dari total 25 RSUD yang beroperasi, baru 16 di antaranya yang sudah memiliki kelengkapan tujuh dokter spesialis dasar. Artinya, masih terdapat 10 rumah sakit yang belum mampu menyediakan layanan dokter spesialis secara penuh.
Kesepuluh fasilitas kesehatan tingkat lanjut tersebut meliputi RSUD Tapan, RSUD Ahmad Syafii Maarif, RSUD Kamang Baru, RSUD Tuanku Rao, RSUD Kepulauan Mentawai, RSUD Sungai Rumbai, RSUD Batang Sangir, RSUD Pasaman Barat, RSUD Serambi Madinah, dan RSUD dr Sadikin.
Meski masih terdapat kekurangan di tingkat daerah, pemerintah provinsi memastikan Sumatra Barat telah ditopang oleh kelengkapan rumah sakit Kelas A. Keberadaan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil Padang yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan memegang peranan vital sebagai fasilitas rujukan terakhir bagi masyarakat di Ranah Minang.
Sejalan dengan kondisi infrastruktur kesehatan tersebut, Indeks Pembangunan Manusia Sumatra Barat periode 2024–2026 sukses menempati peringkat keenam secara nasional. Tercatat IPM daerah ini menyentuh angka 77,27 di tahun 2025, yang berarti naik 0,84 poin atau tumbuh 1,1 persen jika dibandingkan capaian sebesar 76,43 di tahun 2024.***











