Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Dari Rizki Juniansyah Sampai Alm Bob Hasan Raih Penghargaan The Game Changer Award NOC Indonesia

Dari Rizki Juniansyah Sampai Alm Bob Hasan Raih Penghargaan The Game Changer Award NOC Indonesia
Para penerima penghargaan The Game Changer NOC Indonesia Award 2026. (NOC Indonesia)
Sabtu, 09 Mei 2026 15:08 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menganugerahkan The Game Changer Award kepada para atlet, pelatih, federasi, dan tokoh olahraga nasional dalam Opening Ceremony Rapat Anggota NOC Indonesia yang digelar di Ballroom Fairmont Hotel, Senayan, Jakarta, Sabtu (9/5/2026).

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dan dampak signifikan dalam mendorong kemajuan serta prestasi olahraga Indonesia di tingkat dunia.

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa penghargaan ini tidak hanya berfokus pada capaian prestasi, tetapi juga pada peran transformasional para penerima dalam membangun ekosistem olahraga nasional. “The Game Changer Award adalah bentuk penghormatan kami kepada mereka yang telah memberikan dampak nyata bagi olahraga Indonesia.

“Ini bukan hanya tentang medali, tetapi tentang dedikasi, konsistensi, dan keberanian untuk mengubah keadaan,” ujar Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari.

Penghargaan diberikan dalam 10 kategori, yakni Best Combat Sports Athlete, Best Game Sports Athlete, Best Precision Sports Athlete, Best Measurable Sports Athlete, Best Coach, The Rising Star, Best of the Best, Best Sport Team, Best National Federation, dan Lifetime Achievement.
Proses pemilihan penerima penghargaan dilakukan oleh tim panelis independen yang telah bekerja sejak Februari 2026, terdiri dari unsur NOC Indonesia dan jurnalis senior, di antaranya Krisna Bayu dan Richard Sam Bera.

Penilaian didasarkan pada prestasi di ajang multievent, kualitas performa dan kontribusi, serta implementasi nilai-nilai Olympism—excellence, friendship, dan respect—serta aspek tata kelola dan integritas untuk kategori pelatih dan federasi.

Dari kategori tersebut, Safira Dwi Meilanie dinobatkan sebagai Atlet Terbaik Bela Diri, sementara Janice Tjen meraih Atlet Terbaik Olahraga Permainan yang diwakili oleh kedua orang tuanya. Untuk kategori olahraga akurasi, penghargaan diberikan kepada Diananda Choirunisa, sedangkan kategori olahraga terukur diraih oleh Martina Ayu Pratiwi.

“Saya mengapresiasi KOI yang memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh olahraga dan para atlet. Karena mereka adalah ujung tombak ketika bendera Merah Putih bisa dikibarkan di dunia. Namun prestasi tidak mungkin tercapai tanpa dukungan para pembina,” ujar Erick Thohir.

Di sektor kepelatihan, penghargaan Pelatih Terbaik diberikan kepada Muhammad Dhaarma Raj, pelatih Timnas Hoki. Sementara itu, Basral Graito Utomo dinobatkan sebagai pemenang The Rising Star. Penghargaan tertinggi Best of the Best diberikan kepada Rizki Juniansyah atas prestasi dan rekor luar biasa yang dicetak atas namanya, serta kontribusinya bagi prestasi Indonesia.

Rizki Juniansyah sebagai penerima Best of the Best menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi besar untuk terus berprestasi. “Penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” ujar Rizki.

Pada kategori tim, Tim Futsal Putra Indonesia dinobatkan sebagai Tim Terbaik, sementara PB PABSI meraih penghargaan sebagai Federasi Nasional Terbaik. Penghargaan Lifetime Achievement diberikan kepada almarhum Bob Hasan atas dedikasinya terhadap olahraga nasional.

Dalam kesempatan yang sama, President of United Through Sports (UTS) sekaligus ⁠⁠President of the Alliance of Independent Members of Sport (AIMS) dan ⁠⁠Executive Council Member, SportAccord, Stephan Fox juga memberikan penghargaan khusus Order of Merit kepada IOC Member dari Indonesia yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir serta Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari atas kontribusi mereka dalam memajukan olahraga serta mempromosikan inklusi, kesetaraan, dan non-diskriminasi.

“Hari ini kami sangat senang dapat memberikan United Sports Special Award kepada IOC Member dan Menteri Olahraga Erick Thohir serta kepada Presiden NOC, Okto, atas upaya dan kontribusi luar biasa yang mereka berikan bagi dunia olahraga. Baik di tingkat nasional maupun internasional, dalam mempromosikan inklusi, kesetaraan, dan non-diskriminasi dalam olahraga, memajukan olahraga untuk semua, serta benar-benar memberikan dampak kembali kepada masyarakat melalui olahraga. Kami sangat menghargai upaya mereka dan berharap dapat terus melanjutkan kerja sama ini,” ucap Stephan Fox. ***

wwwwww