Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Cendekia

Modus Uang Panjer Pejabat Daerah Mendominasi Perkara Suap Proyek

Modus Uang Panjer Pejabat Daerah Mendominasi Perkara Suap Proyek
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo
Selasa, 21 April 2026 15:37 WIB

JAKARTA - Praktik kotor dalam sektor pengadaan barang dan jasa masih menjadi celah utama tindak pidana rasuah di Indonesia. Komisi Pemberantasan Korupsi mencatat sebanyak 446 kasus atau seperempat dari total 1.782 perkara yang diusut berasal dari sektor tersebut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo membeberkan bahwa tingginya angka penindakan ini membuktikan ruang lelang pemerintah sangat rentan diselewengkan.

"Berdasarkan penanganan perkara oleh KPK hingga saat ini, terdapat 446 dari total 1.782 perkara atau sekitar 25 persen yang berkaitan dengan PBJ," urai Budi di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Penyelewengan proyek ini melibatkan pengaturan pemenang, suap, hingga kesepakatan gelap antara penyelenggara negara dan pihak swasta. Sering kali, mufakat jahat sudah disusun sejak tahapan awal sebelum tender dimulai.

"Modus yang kerap muncul adalah adanya uang panjer, suap ijon proyek, maupun permintaan commitment fee sebagai syarat memenangkan pihak tertentu," terangnya.

Inisiatif suap demi memenangkan paket pekerjaan bisa datang dari pengusaha maupun pejabat daerah. Hal ini tampak jelas dalam perkara Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang, yang terseret kasus ijon karena diduga meminta uang muka kepada kontraktor untuk proyek yang belum resmi ditenderkan. Peristiwa serupa juga terjadi di Kolaka Timur ketika Bupati nonaktif, Abdul Azis, meminta bayaran untuk memuluskan lelang pembangunan rumah sakit daerah.

"Pola semacam ini menunjukkan bahwa korupsi PBJ sering kali telah disusun sejak awal, sehingga merusak prinsip persaingan sehat, kualitas pembangunan, dan kepercayaan publik," tegasnya.

Kerawanan sektor pengadaan ini turut terkonfirmasi lewat perolehan skor Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) nasional. Angka evaluasi hanya naik tipis dari 68 pada tahun 2024 menjadi 69 pada 2025, yang berarti masih tertahan di zona merah.

Sementara itu, nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) mencatatkan lonjakan dari 64,83 pada 2024 menuju 85,02 pada 2025. Meski tren pengukuran ini membaik, pengawasan ketat tetap menjadi keharusan demi menekan potensi kecurangan yang terlanjur sistemik. Pengawasan tersebut tidak boleh hanya dibebankan kepada aparat internal pemerintah.

"Peran publik sebagai watchdog sangat penting untuk mengawasi proses pengadaan, baik di pemerintah daerah, kementerian, maupun lembaga negara lainnya, termasuk melalui pemanfaatan teknologi informasi yang mendorong transparansi dan keterbukaan data," tutupnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Kampus, Cendekia
wwwwww