Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
9 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Home  /  Berita  /  Hiburan

Pandji Pragiwaksono Pastikan Akan Tetap Aktif Berkarya

Pandji Pragiwaksono Pastikan Akan Tetap Aktif Berkarya
Pandji Pragiwaksono. (Instagram)
Rabu, 04 Februari 2026 18:32 WIB
Penulis: Mambang Yazid
JAKARTA - Komika Pandji Pragiwaksono memastikan tidak akan lagi melanjutkan pertunjukan stand-up comedy bertajuk Mens Rea menyusul kontroversi yang berujung pada sejumlah laporan ke Polda Metro Jaya. Meski demikian, Pandji menegaskan dirinya tetap akan terus menggelar pertunjukan komedi dengan judul yang berbeda.

Pernyataan tersebut disampaikan Pandji Pragiwaksono saat ditemui di Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI), Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).

“Kalau pertanyaannya apakah ada Mens Rea lagi, jawabannya tidak. Tapi bukan berarti saya berhenti bikin pertunjukan. Saya akan selalu bikin pertunjukan, hanya saja judulnya berbeda,” ujar Pandji Pragiwaksono.

Pandji Pragiwaksono menjelaskan, pergantian judul pertunjukan bukan hal baru dalam perjalanan kariernya sebagai komika. Ia menyebut, dalam sejumlah pertunjukan tunggal terakhir, judul selalu berubah seiring dengan konsep yang diangkat.

“Apakah akan ada pertunjukan komedi lagi? Pasti ada. Tapi judulnya sudah bukan Mens Rea,” kata Pandji.

Terkait materi, Pandji mengakui bahwa isu sosial dan politik kerap menjadi bagian dari keresahan yang ia tuangkan dalam pertunjukan stand-up comedy. Kecenderungan tersebut, menurutnya, masih akan terus ia jalani.

“Dalam banyak pertunjukan saya, memang saya senang membahas sosial dan politik. Itu topik yang saya suka dan rasanya akan terus berjalan, hanya saja dengan nama pertunjukan yang berbeda,” ungkapnya.

Pandji menegaskan, kontroversi yang muncul serta proses hukum yang kini berjalan tidak membuatnya kapok untuk berkarya. Ia menyatakan setiap materi yang disampaikan berangkat dari niat menghibur, bukan untuk menyakiti pihak tertentu.

“Saya tidak datang dengan niat jahat. Niatnya hanya menghibur dan membuat orang tertawa. Jadi tidak ada alasan untuk kapok,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya ruang dialog dalam menyikapi keberatan atas materi komedi yang dibawakan. Menurut Pandji, keterbukaan untuk berdiskusi merupakan bagian dari tanggung jawab seorang seniman.

“Saya selalu membuka ruang diskusi. Kalau diminta menjelaskan, saya siap menjelaskan. Itu yang saya pegang,” ujarnya.

Terkait perundungan yang sempat menyasar keluarganya di media sosial, Pandji memastikan tidak akan menempuh jalur hukum. Ia menilai perbedaan pendapat merupakan hal yang tidak terpisahkan dari ruang publik.

“Tidak akan menuntut. Semua orang berhak punya opini, meskipun opininya mungkin tidak saya setujui,” pungkas Pandji.

Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono dilaporkan oleh sejumlah elemen masyarakat terkait materi Mens Rea.

Salah satu laporan datang dari Presidium Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU), yang menilai salah satu materi pertunjukan tersebut menyindir kebijakan pemberian konsesi tambang kepada organisasi keagamaan.

Hingga akhir Januari 2026, Polda Metro Jaya tercatat menerima sekitar enam laporan terkait Mens Rea, terdiri atas lima laporan polisi dan satu pengaduan masyarakat, dengan dugaan pelanggaran berupa fitnah di muka umum, penghasutan, serta penistaan agama. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Hiburan, Binawidya
wwwwww