Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
14 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Cendekia

Jejak Jaringan Perdagangan Rohingya, WNI Asal Aceh Ditangkap di Turki

Jejak Jaringan Perdagangan Rohingya, WNI Asal Aceh Ditangkap di Turki
Divisi Hubinter Polri menangkap seorang WNI berinisial HS di Turki (dok. Polri)
Jum'at, 23 Januari 2026 16:30 WIB

JAKARTA – Aparat penegak hukum Indonesia mengungkap peran warga negara Indonesia dalam jaringan perdagangan orang lintas negara yang menyasar warga Rohingya. Divisi Hubungan Internasional Polri menangkap seorang WNI berinisial HS di Turki karena diduga terlibat tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

HS ditangkap Rabu (21/1/2026) setelah masuk dalam daftar buronan internasional Interpol. Penangkapan dilakukan setelah HS diketahui melarikan diri dan menetap di Turki untuk menghindari kejaran aparat.

Ses NCB Divisi Hubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, menyebut HS bukan pelaku biasa. Ia diduga memegang peran sentral dalam jaringan tersebut.

“Koordinator TPPO warga Rohingya ke luar negeri,” ujar Untung, Jumat (23/1/2026). 

Menurut Untung, HS berperan mengatur masuknya warga Rohingya melalui jalur Aceh. Setelah itu, para korban disalurkan ke sejumlah negara tujuan dengan skema jual jasa per orang.

“Dia orang Aceh. Banyak warga Rohingya dimasukkan lewat Aceh, kemudian dikirim ke Malaysia, Kuala Lumpur, India, dan beberapa negara lain. Mereka dijual per kepala,” jelasnya.

Polri mengungkapkan Indonesia kerap dijadikan wilayah transit dalam jaringan ini. Mayoritas warga Rohingya diketahui ingin keluar dari Bangladesh dan menjadikan Indonesia sebagai titik singgah sementara.

“Indonesia sebenarnya hanya transit. Tujuan utama mereka Australia dan Kuala Lumpur, Malaysia,” kata Untung.

Penyidik menduga HS merupakan aktor kunci dalam sindikat TPPO berskala internasional yang memanfaatkan kerentanan warga Rohingya sebagai pengungsi. Saat ini, Polri masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain serta jalur distribusi korban ke berbagai negara. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Cendekia, Kuliner
wwwwww