Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
10 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Ditemukan di Tebing Kawah, Pencarian Pendaki Gunung Slamet Berakhir Duka

Ditemukan di Tebing Kawah, Pencarian Pendaki Gunung Slamet Berakhir Duka
Foto: Dok. Relawan Pencarian Pendakian Gunung Slamet
Rabu, 14 Januari 2026 19:46 WIB

MAGELANG – Pencarian panjang terhadap pendaki muda Syafiq Ridhan Ali Razan (18) di Gunung Slamet akhirnya menemukan titik terang, meski berujung kabar duka. Setelah dinyatakan hilang selama 17 hari, Syafiq ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tebing kawah, dengan jarak sekitar 50 meter dari puncak.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, mengatakan informasi penemuan jasad diterima sekitar pukul 10.30 WIB dari tim SAR yang berada di puncak gunung.

“Posisinya bukan di dasar kawah, tetapi di tebing kawah. Jaraknya kurang lebih sekitar 50 meter dari puncak. Kondisinya sudah meninggal dunia,” ujarnya saat memberikan keterangan di lingkungan Pemerintah Kota Magelang, Rabu (14/1/2026).

Syafiq ditemukan terbaring di jalur punggungan Gunung Malang, tepatnya di area Batu Watu Langgar. Lokasi tersebut dikenal memiliki kontur terjal dan rawan, sehingga menyulitkan proses pencarian maupun evakuasi. 

Menurut Catur, proses pencarian telah berlangsung selama hampir tiga pekan dan memasuki tahap kedua ketika jasad korban akhirnya ditemukan. Tim SAR yang berada di lapangan harus bekerja ekstra karena kondisi medan dan cuaca di sekitar kawah.

Evakuasi jenazah diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 15 jam untuk mencapai Basecamp Dipajaya, Kabupaten Pemalang. Jalur sempit dan kemiringan ekstrem membuat proses pengangkatan jenazah tidak dapat dilakukan dengan cepat.

“Perkiraan terakhir, evakuasi menuju basecamp memerlukan waktu kurang lebih 15 jam,” jelasnya.

Setelah tiba di Basecamp Dipajaya, jenazah rencananya akan dibawa ke RSUD Pemalang untuk proses pemulasaraan. Selanjutnya, jenazah akan dipulangkan ke rumah duka di Kota Magelang. Pemerintah Kota Magelang telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pemalang, BPBD, serta PMI untuk pengawalan proses tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi agar jenazah bisa diantar hingga ke Magelang. Tim dari BPBD dan PMI juga sudah bergerak untuk membantu pengawalan,” kata Catur.

Sebelumnya, Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, menyebut penemuan korban terjadi sekitar pukul 10.22 WIB dan merupakan hasil pencarian hari ke-17 oleh tim SAR tahap dua yang baru melakukan penyisiran selama dua hari.

Peristiwa ini menutup pencarian panjang yang menyedot perhatian publik dan kembali mengingatkan akan tingginya risiko pendakian di Gunung Slamet, khususnya di area puncak dan kawah yang memiliki karakter medan ekstrem. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww