Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
19 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
18 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
16 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
20 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Terduga Perakit Bom SMAN 72 Pesan Bahan Peledak Lewat E-Commerce, Keluarga Dibuat Lengah

Terduga Perakit Bom SMAN 72 Pesan Bahan Peledak Lewat E-Commerce, Keluarga Dibuat Lengah
Petugas Polda Metro Jaya berada saat pelaksanaan olah TKP di dalam Masjid yang terjadi ledakan di SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). (foto: antara/naufal khoirulloh/foc).
Jum'at, 21 November 2025 14:51 WIB

JAKARTA – Penyelidikan insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta terus mengerucut pada temuan baru yang membuat publik terkejut. Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) yang diduga merakit bahan peledak rupanya mendapatkan seluruh material bom dengan cara memesan lewat platform belanja daring. Paket-paket itu diterima langsung oleh orang tuanya tanpa memunculkan kecurigaan.

“Iya, pembeliannya secara online. Orang tuanya yang menerima paket,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Jumat (21/11/2025).

Budi menyebut ABH menyampaikan kepada keluarganya bahwa paket tersebut untuk keperluan ekstrakurikuler sekolah. Alasan itu membuat orang tua menyimpan barang-barang tersebut tanpa menyadari fungsi sebenarnya. “Dia bilang itu untuk ekskul, jadi keluarga tidak curiga,” jelasnya.

Penyidikan berjalan lambat karena kondisi ABH belum sepenuhnya stabil. “Dia masih bengong, kadang bisa bicara sebentar, lalu kembali diam. Dokter menyebut belum pulih sepenuhnya,” ucap Budi.

Hingga saat ini, tiga korban ledakan masih mendapat perawatan di RS Yarsi, RSCM, dan RS Polri. Polisi juga terus memeriksa sejumlah pihak terkait, termasuk keluarga ABH, tim psikolog, dan Puslabfor untuk merangkai kembali kronologi dari saat pembelian bahan hingga ledakan terjadi. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Kabar Bertuah, Warga Bertuah
wwwwww