Keracunan Massal di Agam, Distribusi MBG ke 27 Sekolah Dihentikan Sementara
![]() |
| Korban yang dilarikan ke Rumah Sakit (Foto RRI) |
AGAM – Suasana haru mewarnai RSUD Lubuk Basung dan Puskesmas Manggopoh setelah puluhan anak dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat diduga keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan di Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Rabu (1/10/2025).
Para orang tua terlihat cemas menunggu kabar kondisi anak mereka yang tiba-tiba jatuh sakit usai menyantap nasi goreng dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nagari Kampuang Tangah. "Kami kaget, anak-anak muntah-muntah sepulang sekolah," ungkap salah seorang wali murid sambil menenangkan anaknya yang masih terbaring lemah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, M. Lutfi menyampaikan pemerintah langsung bergerak cepat setelah menerima laporan. Ambulans dari sejumlah puskesmas disiagakan untuk memperlancar rujukan pasien ke rumah sakit jika dibutuhkan.
"Sampai malam ini, jumlah anak yang diduga keracunan masih terus bertambah. Kami telusuri 27 sekolah penerima MBG dari dapur Kampuang Tangah," jelasnya.
Meski jumlah pasti korban belum diumumkan, Lutfi menegaskan bahwa seluruh siswa sudah mendapat perawatan, baik yang terdaftar sebagai peserta BPJS maupun tidak. "Tidak ada anak yang dibiarkan terlantar, semua ditangani," tambahnya.
Sebagai langkah darurat, Pemkab Agam menghentikan sementara distribusi MBG dari dapur Kampuang Tangah. Pemerintah juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program makan bergizi gratis yang selama ini menjadi andalan untuk mendukung tumbuh kembang anak.
"Menu nasi goreng yang dikonsumsi siswa hari ini sedang diperiksa lebih lanjut. Kami minta masyarakat tetap tenang dan menunggu hasil resmi dari Satgas," pungkas Lutfi. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | bisnis.com |
| Kategori | : | Warga Bertuah, Hukum, Binawidya, Marpoyan Damai |











