30.000 Artefak Pulang Kampung, Diplomasi Prabowo Bawa Warisan Sejarah Indonesia
![]() |
Momen bersejarah itu terjadi saat Prabowo diterima Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch, Belanda. Pertemuan tersebut menandai langkah penting dalam pemulihan identitas bangsa, setelah ratusan tahun artefak berharga tersimpan jauh dari tanah asalnya.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa rangkaian kunjungan luar negeri Prabowo berlangsung sejak 19 September 2025 dengan agenda utama menghadiri Sidang Umum PBB ke-80. "Selama enam hari, Presiden mengunjungi empat negara," jelasnya, Sabtu (27/9/2025).
Jepang menjadi tujuan pertama, di mana Indonesia memperoleh komitmen investasi sebesar 23,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp380 triliun dari Expo Osaka 2025.
Di Amerika Serikat, Prabowo mendapat kehormatan berbicara di urutan ketiga Sidang Umum PBB setelah Brasil dan Amerika Serikat. Pidatonya disebut menuai apresiasi dari berbagai pemimpin dunia karena sikapnya yang berani dan tegas.
Selain itu, pertemuan dengan Presiden FIFA Gianni Infantino membuka peluang pengembangan akademi sepak bola muda Indonesia. Sedangkan di Kanada, kesepakatan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA) diteken, dengan hasil signifikan berupa penghapusan 90,5 persen tarif produk Indonesia.
Namun, sorotan terbesar jatuh pada kembalinya ribuan artefak dari Belanda. Benda-benda itu bukan hanya koleksi museum, tetapi saksi bisu perjalanan sejarah bangsa yang kini pulang ke tanah air. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | gelora.co |
| Kategori | : | Kabar Bertuah, Kuliner, Pasar & Niaga |











