Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
23 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
20 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
20 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
23 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
18 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  Kampus

Wamenkomdigi Warning Konten Palsu Demo DPR: Jangan Terprovokasi Medsos

Wamenkomdigi Warning Konten Palsu Demo DPR: Jangan Terprovokasi Medsos
Angga Raka Prabowo (Adi Fida Rahman/detikINET)
Rabu, 27 Agustus 2025 07:13 WIB
JAKARTA – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Angga Raka Prabowo, mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak menyikapi maraknya konten ricuh yang beredar di media sosial saat aksi demo di Gedung DPR RI, 25 Agustus 2025. Menurutnya, tidak semua konten yang muncul di layar ponsel benar-benar menggambarkan kenyataan di lapangan.

“Banyak konten yang sebenarnya hasil rekayasa digital. Fenomena disinformasi, fitnah, dan kebencian ini merusak demokrasi dan bisa memecah belah masyarakat,” kata Angga di Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Ia meminta perusahaan platform digital lebih tegas menindak konten manipulatif, terutama yang dibuat dengan teknologi Artificial Intelligence (AI). “Dengan sistem yang mereka miliki, harusnya bisa langsung mendeteksi mana konten palsu dan segera diturunkan,” tegasnya.

Angga menambahkan, pemerintah telah berkomunikasi dengan TikTok Asia Pasifik, TikTok Indonesia, serta Meta Indonesia. Pertemuan dengan perwakilan platform digital dijadwalkan untuk mencari solusi agar penyebaran konten provokatif bisa ditekan.

“Kita ingin memastikan kebebasan berekspresi tetap terjaga, tapi masyarakat tidak boleh dikorbankan oleh konten yang tidak real,” ujarnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Kampus
wwwwww