Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
23 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
21 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
21 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
5
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
23 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
6
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
19 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Kasus Kacab BRI Tewas, Nama “F” Disebut dalam Pengakuan Tersangka

Kasus Kacab BRI Tewas, Nama “F” Disebut dalam Pengakuan Tersangka
Rabu, 27 Agustus 2025 08:06 WIB

JAKARTA – Misteri kematian Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank BRI di Cempaka Putih, MIP (37), terus bergulir. Empat tersangka yang kini mendekam di tahanan mengaku hanya menjadi pelaksana perintah seorang oknum berinisial F.

Kuasa hukum tersangka, Adrianus Agal, mengungkapkan bahwa kliennya tidak bergerak atas inisiatif pribadi. Bahkan, mereka merasa berada dalam tekanan saat menjalankan penculikan.

“Klien saya hanya mengikuti instruksi. Ada pihak lain yang memberikan perintah untuk menjemput paksa korban dan membawanya ke sebuah tempat di Jakarta Timur,” kata Adrianus, Selasa (26/8/2025).

Ia menjelaskan, keempat tersangka berinisial AT, RS, RAH, dan RW, menyerahkan korban kepada F. Setelah itu, mereka mengira tugas telah selesai. Namun, beberapa jam kemudian, mereka kembali dipanggil untuk mengantar korban.

“Ketika bertemu lagi, korban sudah tidak bernyawa. Dari situ terlihat jelas ada peran pihak lain yang lebih besar dalam kasus ini,” ujarnya.

Adrianus menambahkan, keluarga para tersangka kini meminta perlindungan hukum kepada Panglima TNI dan Kapolri. Hal itu dilakukan karena ada dugaan keterlibatan oknum aparat di balik tragedi tersebut.

Pengakuan ini semakin mempertegas bahwa kasus penculikan berujung maut itu bukan sekadar tindak kriminal biasa. Munculnya nama F menjadi titik baru yang menambah tanda tanya besar tentang siapa sebenarnya aktor utama di balik peristiwa ini. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Cendekia, Warga Bertuah
wwwwww