BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
![]() |
| Pekerja melintasi pedestrian saat jam pulang kerja di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (10/10/2025). |
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia menyentuh level 4,75 persen pada Agustus 2026. Berdasarkan angka statistik tersebut, sekitar lima dari setiap 100 orang yang termasuk dalam kelompok angkatan kerja saat ini masih berstatus belum memiliki pekerjaan.
"TPT Agustus 2026 sebesar 4,75 persen atau sekitar 5 dari 100 orang angkatan kerja menganggur," papar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud dalam keterangan resminya di Kantor BPS, Kamis (5/11/2026).
Dinamika Sektor Formal dan Jam Kerja
Struktur ketenagakerjaan turut memperlihatkan pergeseran pada proporsi penduduk yang mencari nafkah di sektor formal. Kelompok pekerja ini tercatat berada di angka 42,07 persen, yang mengindikasikan adanya sedikit penurunan dibandingkan periode pendataan sebelumnya.
Meski porsi sektor formal sedikit menyusut, kabar positif justru datang dari kelompok pekerja penuh waktu. Rekaman data memperlihatkan sebanyak 67,47 persen dari total penduduk yang bekerja kini telah mengantongi status pekerja penuh waktu.
Tiga Sektor Andalan dan Capaian IPM
Dalam hal penyerapan tenaga kerja, sejumlah lapangan usaha tradisional masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Sektor pertanian menduduki posisi puncak sebagai penyedia lapangan kerja dengan serapan pekerja paling masif.
Dominasi bidang agraris tersebut disusul oleh sektor perdagangan besar dan eceran di posisi kedua. Sementara itu, sektor industri manufaktur menempati urutan ketiga sebagai penopang utama ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Bersamaan dengan pemaparan kondisi tenaga kerja, lembaga pemerintah ini turut memublikasikan perkembangan indikator kualitas hidup. Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia dilaporkan berhasil menyentuh level 76,69 pada tahun 2026. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | kumparan.com |
| Kategori | : | Nasional |











