Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
![]() |
Penulis: Afrila Yobi
Perbedaan kasta kompetisi langsung terasa sejak peluit babak pertama dibunyikan. Bhayangkara FC yang matang di liga tertinggi sukses mendikte permainan dan membuat barisan pertahanan tuan rumah kerepotan. Petaka bagi skuad Askar Bertuah bermula cepat pada menit keenam. Memanfaatkan skema serangan dari bawah, Ryan Kurnia lolos dari jebakan offside lalu melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau penjaga gawang Dicki Agung Setiawan.
Kepanikan di lini belakang PSPS kembali terlihat lima menit berselang. Muhammad Revan gagal memotong umpan terobosan yang mengarah ke Ryan Kurnia. Terdesak, Revan terpaksa melanggar penyerang lawan tersebut. Wasit Mustafa Kamal sempat menghentikan pertandingan untuk meninjau Video Assistant Referee (VAR) terkait potensi kartu merah, sebelum akhirnya memutuskan hukuman kartu kuning bagi Revan.
Dominasi tim tamu semakin nyata memasuki menit ke-34. Kesalahan kontrol bola dari Andik Rendika Rama di sektor kiri pertahanan langsung dimanfaatkan para pemain Bhayangkara. Milan Ristovski yang menerima umpan matang tanpa ampun melepaskan tembakan untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Tim asuhan Akhyar Ilyas sejatinya nyaris memperkecil ketertinggalan di pengujung babak pertama. Sayangnya, eksekusi tendangan bebas Antonio Gamaroni hanya membentur tiang gawang lawan. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, Akhyar Ilyas mencoba merombak taktik dengan memasukkan Matheus Machado dan Asir Asiz. Kehadiran kedua pemain ini sempat menghidupkan ritme serangan PSPS. Asir bahkan langsung melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti di awal babak, namun masih bisa ditepis kiper Bhayangkara, Awan Setho Raharjo.
Di saat PSPS mulai menemukan pola serangan, Bhayangkara justru kembali menghukum kelengahan transisi tuan rumah. Pada menit ke-59, umpan lambung Andhika dari sisi kanan diselesaikan dengan tendangan voli terukur oleh Sani Rizki Fauzi. Bola meluncur deras merobek jala Dicki Agung, membawa tim tamu menjauh 3-0.
Tertinggal tiga gol, PSPS menerapkan tekanan tinggi di area pertahanan lawan. Rentetan serangan terus dibangun, termasuk upaya penetrasi Matheus Machado dan tendangan tumit Gamaroni yang masih mampu digagalkan Awan Setho pada menit ke-80.
Usaha keras tuan rumah baru membuahkan hasil di masa tambahan waktu. Wasit kembali mengecek VAR setelah Asir Asiz dilanggar di kotak terlarang. Matheus Machado yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan melepaskan sepakan keras ke sisi kanan gawang. Gol pelipur lara tersebut sekaligus menutup pertandingan dengan skor akhir 3-1 untuk kemenangan Bhayangkara FC. ***











