Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
22 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
20 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
20 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
22 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
18 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Wartawan Medan Jadi Korban Pemukulan Polisi Saat Liput Demo Mahasiswa

Wartawan Medan Jadi Korban Pemukulan Polisi Saat Liput Demo Mahasiswa
Polisi menembakkan gas air ke arah demonstran di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara pada Selasa (26/8/2025) sore.
Rabu, 27 Agustus 2025 05:30 WIB

MEDAN – Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan kantor DPRD Sumatera Utara, Selasa (26/8/2025), menyisakan catatan kelam bagi kebebasan pers. Seorang wartawan berinisial AWS mengaku menjadi korban kekerasan aparat kepolisian saat sedang meliput jalannya demonstrasi.

AWS yang bekerja di salah satu media di Kota Medan menceritakan detik-detik dirinya dipukul. Ia sempat berusaha menolong seorang polwan yang terjatuh di dekat api. Namun bukannya mendapat apresiasi, ia justru ditarik masuk ke area gedung DPRD Sumut dan dipukuli oleh sejumlah polisi.

“Semua oknum polisi memukuli. Saya di sini mau meliput. Saya dicekik, dipukul di kepala, sampai wajah saya luka. Saya minta polisi hati-hati dalam bertindak,” kata AWS usai keluar dari halaman gedung DPRD.

Insiden ini terjadi di tengah kericuhan antara aparat dan mahasiswa. Polisi sebelumnya menembakkan gas air mata ke arah massa, yang kemudian dibalas dengan lemparan botol hingga batu. Sejumlah demonstran ditangkap dan mengalami tindak kekerasan saat aparat melakukan penyisiran.

Menanggapi insiden tersebut, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Whisnu Hermawan Februanto, menyampaikan permintaan maaf. “Saya meminta maaf, saya selaku Kapolda meminta maaf. Nanti kami proses,” ujarnya setelah unjuk rasa selesai.

Demo mahasiswa hari itu menyoroti gaji dan tunjangan anggota DPR RI yang dianggap tidak masuk akal di tengah kondisi rakyat yang serba sulit. Massa menilai, banyak warga masih berjuang untuk biaya sekolah anak hingga kuliah, sementara para wakil rakyat hidup bergelimang fasilitas. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww