Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
16 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Cendekia

Geger ASN Diduga Terlibat Terorisme, Publik Dorong Reformasi Mental Aparatur

Geger ASN Diduga Terlibat Terorisme, Publik Dorong Reformasi Mental Aparatur
Ilustrasi. Densus 88 tangkap ASN di Aceh terduga teroris. (Dok. Polri)
Rabu, 06 Agustus 2025 14:06 WIB

BANDA ACEH – Penangkapan dua aparatur sipil negara (ASN) oleh Densus 88 Antiteror Polri di Banda Aceh memunculkan gelombang kecemasan publik. Masyarakat kini mempertanyakan bagaimana pegawai pemerintah bisa lolos dari radar pengawasan hingga diduga terlibat dalam jaringan terorisme.

Kedua ASN yang diamankan, ZA (47) dan MZ (40), diduga memainkan peran berbeda namun sama penting dalam jaringan kelompok teror di Aceh. ZA disebut sebagai pengelola aliran dana logistik, sedangkan MZ menjadi tokoh perekrut kader baru.

"ZA terlibat dalam pendanaan, sementara MZ aktif dalam struktur jaringan. Penangkapan ini merupakan hasil pantauan selama beberapa bulan," ungkap Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, Selasa (5/8).

Barang bukti berupa perangkat elektronik dan senjata tajam diamankan dari kedua pelaku. Densus menduga data penting kelompok masih tersimpan di dalamnya.

Kabar tersebut langsung mengguncang dua lembaga tempat para ASN itu bekerja: Pemerintah Kota Banda Aceh dan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh. Warga meminta agar kedua institusi membuka informasi seluas-luasnya dan tidak menyembunyikan fakta yang mengganggu rasa aman masyarakat.

"Kami benar-benar tidak menyangka. Ini mencoreng citra ASN. Kami tunggu kejelasan dari aparat dan juga sikap transparan dari instansi mereka," kata Zulkifli, warga Banda Aceh.

Juru Bicara Pemkot Banda Aceh, Tomi Mukhtar menyatakan pihaknya kaget dengan kejadian tersebut. Menurutnya, Pemkot menghormati proses hukum dan akan mengikuti perkembangan dari penyidikan.

Sementara Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, mengonfirmasi MZ adalah pegawai aktif di bawah instansinya. Penangkapan dilakukan di sebuah warung kopi di Banda Aceh.

"Kami sudah menerima surat pemberitahuan dari kepolisian. Tapi kami belum bisa menyimpulkan sejauh apa keterlibatan MZ dalam dugaan terorisme itu," jelasnya.

Warga berharap pemerintah tidak hanya bersikap reaktif, namun segera merancang ulang sistem pengawasan dan pembinaan mental ideologi bagi ASN, untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Cendekia, Balai Kota
wwwwww