Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
16 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Keuangan

PLN Dapat Fasilitas Negara, Tapi Rugi dan Utang Membengkak

PLN Dapat Fasilitas Negara, Tapi Rugi dan Utang Membengkak
Dirut PLN, Darmawan Prasodjo
Jum'at, 01 Agustus 2025 06:02 WIB

JAKARTA – Kinerja keuangan PT PLN (Persero) kembali menuai kritik keras, menyusul laporan lonjakan utang perusahaan hingga menyentuh angka Rp711,2 triliun. Fakta ini memantik reaksi keras dari DPR RI yang mempertanyakan efektivitas pengelolaan perusahaan setrum milik negara tersebut.

Anggota Komisi VI DPR, Mufti Anam, menilai kondisi PLN saat ini sebagai gambaran dari buruknya tata kelola. Meski diberi status monopoli dan sokongan dana besar dari negara, perusahaan ini dinilai gagal menunjukkan kinerja publik yang layak.

"Utang naik terus, layanan ke rakyat tidak membaik, ini jelas ada yang salah dalam manajemen PLN," kata Mufti, Kamis (31/7/2025).

Mufti mendesak pemerintah untuk segera merombak struktur pimpinan PLN, termasuk mencopot Darmawan Prasodjo dari jabatan Direktur Utama. Ia menekankan pentingnya integritas dan keberpihakan terhadap kepentingan publik, bukan hanya pada laporan keuangan.

"Sudah waktunya direksi PLN diganti. Kita butuh orang yang punya visi pelayanan, bukan sekadar jago mengatur angka," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, memaparkan bahwa utang PLN meningkat sebesar Rp56,2 triliun hanya dalam setahun, atau sekitar Rp4,7 triliun per bulan. 

"Kenaikannya setara Rp156,7 miliar per hari, sementara laba justru anjlok Rp4,3 triliun," jelas Uchok.

Uchok juga menyoroti ketimpangan antara perlakuan terhadap konsumen dan pengelolaan internal PLN. Ia menyebut, rakyat yang terlambat membayar listrik langsung dikenakan denda, sementara elite PLN diduga bebas menggunakan fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadi.

"Ada informasi Dirut PLN bepergian ke luar negeri bersama keluarga dengan biaya perusahaan. Ini harus diselidiki Kejaksaan Agung," katanya.

Uchok menegaskan bahwa penyegaran di tubuh direksi PLN mutlak dilakukan. Jika tidak, ia khawatir kerugian negara akan terus berlanjut, dan beban rakyat semakin berat.

Upaya media untuk mengonfirmasi informasi ini kepada Dirut PLN maupun pejabat perusahaan lainnya masih belum mendapat respons hingga berita ini ditulis. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Balai Kota, Parlemen, Keuangan
wwwwww