Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
17 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Bahaya Tersembunyi Suplemen Populer: Blackmores Terancam Gugatan Massal

Bahaya Tersembunyi Suplemen Populer: Blackmores Terancam Gugatan Massal
Suplemen Blackmores disebut memiliki kandungan vitamin B6 yang berlebihan sehingga bisa merusak saraf. (foto: dok. blackmores indonesia)
Rabu, 23 Juli 2025 11:58 WIB

JAKARTA – Kasus dugaan keracunan akibat suplemen Blackmores mulai mencuat ke permukaan dengan nada peringatan keras: tak semua produk kesehatan aman dikonsumsi, meski berlabel terpercaya. Polaris Lawyers, firma hukum ternama di Australia, tengah mempersiapkan gugatan class action atas dugaan kandungan vitamin B6 berlebih yang memicu cedera saraf permanen.

Perhatian publik tertuju pada kisah Dominic Noonan-O’Keefe, pria yang niatnya menjaga kesehatan berubah menjadi tragedi setelah mengonsumsi Super Magnesium+ dan Ashwagandha+ dari Blackmores sejak Mei 2023. Hanya dalam tiga bulan, ia mengalami kelelahan ekstrem, kejang otot, hingga kehilangan kemampuan berjalan. Diagnosa medis mengungkap: neuropati akibat overdosis vitamin B6.

“Produk tersebut mengandung vitamin B6 hingga 29 kali dari batas konsumsi harian yang disarankan,” ungkap Polaris Lawyers melalui pernyataan resminya, Selasa (22/7/2025). Ini menimbulkan pertanyaan serius tentang pengawasan dan tanggung jawab produsen.

Pendiri Polaris, Nick Mann, menyebut bahwa laporan serupa terus bermunculan, dan jumlah korban bisa mencapai ratusan. “Kami siap memperjuangkan hak konsumen yang merasa dirugikan oleh suplemen ini. Gugatan class action adalah langkah hukum yang adil bagi korban yang mengalami dampak jangka panjang,” tegasnya.

Fokus dari gugatan ini bukan semata pada jumlah kandungan vitamin B6 yang kelewat tinggi, tetapi pada kelalaian produsen dalam memberikan informasi yang memadai kepada konsumen. Polaris menyatakan bahwa label dan petunjuk konsumsi pada produk Blackmores tidak memperingatkan dengan jelas tentang risiko overdosis.

Mann menggarisbawahi, “Setiap produsen wajib memastikan produk mereka aman. Sertifikasi dari otoritas bukanlah tameng untuk mengabaikan tanggung jawab terhadap keselamatan publik.”

Sementara Blackmores belum memberikan pernyataan resmi atas persiapan gugatan tersebut, publik dan pengamat hukum kini menyoroti bagaimana perusahaan besar menyikapi tanggung jawabnya saat kepercayaan mulai terguncang.

Apakah gugatan ini akan menjadi momen peringatan bagi industri suplemen di Australia dan dunia? Ataukah justru membuka kotak pandora soal lemahnya regulasi dalam industri kesehatan global?. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner, Kesehatan, Binawidya
wwwwww