Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
15 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Belum Dapat Water Bombing, Dua Kabupaten di Sumbar Lawan Karhutla dengan Sumber Terbatas

Belum Dapat Water Bombing, Dua Kabupaten di Sumbar Lawan Karhutla dengan Sumber Terbatas
Selasa, 22 Juli 2025 16:48 WIB

PADANG – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin menyesakkan Sumatera Barat. Kabupaten Solok dan Limapuluh Kota resmi menetapkan status tanggap darurat setelah hampir seluruh wilayahnya terdampak.

"Dari 14 kecamatan di Kabupaten Solok, semuanya sudah terkena karhutla," ujar Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, Selasa (22/7/2025).

Langkah cepat ini diambil usai rapat koordinasi bersama sejumlah pihak terkait. Pemerintah provinsi kini memperkuat koordinasi dengan BNPB untuk mempercepat respons dan bantuan.

Namun, Solok dan Limapuluh Kota hingga kini belum menjadi prioritas bantuan pemadaman lewat helikopter (water bombing). Sebab, BNPB masih fokus menangani karhutla besar di Riau dan Palembang.

Sementara itu, pendataan luas lahan terbakar dan kerugian masih berlangsung. "Data masih parsial dan harus dicocokkan antarlembaga," jelas Ilham.

Kepala BKSDA Sumbar, Hartono, ikut angkat suara. Ia meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar karena bisa memicu perluasan karhutla ke titik-titik rentan lainnya.

Penetapan status tanggap darurat ini menandai babak baru dalam penanganan bencana ekologis di Sumbar. Dengan keterbatasan sumber daya, dua kabupaten kini berjuang mengatasi kebakaran dengan kekuatan lokal. ***

wwwwww