Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Rizki Juniansyah, Lifter Indonsia Yang Paling Ditunggu Penampilannya di Olimpiade Paris

Rizki Juniansyah, Lifter Indonsia Yang Paling Ditunggu Penampilannya di Olimpiade Paris
Rizki Juniansyah. (NOC Indonesia)
Kamis, 08 Agustus 2024 16:55 WIB
Penulis: Azhari Nasution
PARIS - Lifter Rizki Juniansyah akan melakoni perjuangannya di kelas 73kg Olimpiade Paris 2024, pertandingan yang digelar di South Paris Arena, Prancis, Kamis (8/82024). Olimpiade 2024 Paris akan menjadi debut buat Rizki, panggilan karibnya.

Lifter asal Banten ini merupakan peraih medali medali perak dan emas pada debutnya di World Championship 2022. Dia juga mencatatkan diri sebagai pemegang rekor dunia kelas 73kg di World Cup 2024 lewat total angkatan 365kg di Phuket, Thailand.

“Rizki ini betul-betul jadi angin segar di Olimpiade ini, karena sangat ditunggu-tunggu penampilannya. Hampir semua orang yang ketemu saya dan Pak Rosan, semuanya cerita tentang Rizki dan menunggu penampilannya,” kata Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia).

Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari mengatakan Rizki harus waspada jelang menghadapi penampilannya. Khususnya mengantisipasi strategi yang akan digunakan wakil China Shi Zhiyong, yang merupakan dua kali juara Olimpiade, di 2016 Rio de Janeiro dan Tokyo 2020.

“Rizki telah menjadi buah bibir angkat besi, karena salah satu jagoan Indonesia ini menjadi atlet yang paling disegani, atlet yang paling ditakuti oleh lawan-lawannya. Dan itu yang benar, jadi atlet tuh di olimpiade harus disegani dan ditakuti lawan,” ujar Okto.

Namun, Okto berpesan supaya Rizky jangan terlalu memiliki rasa percaya diri yang berlebihan. Sebab, di Olimpiade semua hal di luar teknis bisa terjadi.

“Jangan sampai over confidence, karena apapun ceritanya ini adalah olimpiade, dan di olimpiade semuanya bisa terjadi. Kita doakan yang terbaik untuk para atlet kita, karena saya yakin betul, baik itu Rizki, baik itu Bernard, apalagi Veddriq, itu semuanya atlet-atlet kebanggan Indonesia, Insya Allah akan memberikan kita kebanggaan yang sangat besar di Olimpiade Paris 2024,” imbuhnya.

Di sisi lain, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) Rosan Roeslani mengungkapkan Rizki memiliki semangat yang cukup tinggi untuk tampil di Olimpiade Paris 2024.

Sebagai bentuk persiapan, Rizky dan atlet-atlet angkat besi lainnya lebih dulu menjalani pemusatan latihan selama tiga pekan di Montpellier, Prancis yang lokasinya tidak begitu jauh dari Paris. Rosan menyebut banyak manfaat yang dirasakan para atlet, termasuk Rizki dari pemusatan latihan tersebut.

Selain itu, lanjut Rosan, PB PABSI juga tidak hanya memikirkan faktor teknis kesiapan atlet jelang Olimpiade. Tapi juga faktor-faktor pendukung lain, seperti gizi dan psikologi supaya atlet bisa tampil maksimal.

“Faktor-faktor itu sudah kita masukkan, karena di olimpiade ini faktor mental menjadi sangat penting. Rizki ini umurnya memang baru 21 tahun, semangatnya juga masih tinggi, yang penting perform terbaik, ada strateginya, karena kita harapkan puncaknya ada di olimpiade ini,” ungkap Rosan.

“Harapan kita memang besar buat Rizki. Kalau kita lihat angkat besi ini kan, olahraga terukur ya. Insya Allah mohon doa semua rakyat Indonesia untuk Rizki bisa dapat emas, kalau kita lihat dia adalah pemegang rekor dunia total, tapi lawannya yang terberat kita analisa, dua kali juara olimpiade di kelas ini. Tapi Insyaallah Rizki yang terbaik akan memberikan emas untuk kita semua,” jelasnya. ***

wwwwww