Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
15 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Kampus

Dikeroyok Anggota IPK dan Geng Motor, Anggota TNI Buta, Begini Kronologisnya

Dikeroyok Anggota IPK dan Geng Motor, Anggota TNI Buta, Begini Kronologisnya
Kapolda Sumatera Utara Irjen Whisnu Hermawan menjenguk personel TNI Prada Defliadi yang dirawat di Rumah Sakit Putri Hijau, Kota Medan, pada Senin (5/8/2024) pagi. (Dok. Kodam I/BB via Tribunnews.com)
Rabu, 07 Agustus 2024 14:59 WIB
MEDAN - Dua prajurit TNI AD, anggota Batalyon 100/PS, yakni Prada DSK dan Pratu AS, dikeroyok anggota Ikatan Pemuda Karya dan geng motor di Kecamatan Medan Petisah, Medan, Sumatra Utara (Utara), Ahad (4/8/2024) dinihari.

Dikutip dari Tribunnews.com, akibat penganiayaan tersebut Prada DSK mengalami kebutaan di mata kiri, sedangkan Pratu AS mengalami keseleo di bagian kaki.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Teddy Jhon Sahala Marbun, menuturkan, dua pelaku penganiaya dua personel TNI AD tersebut telah ditangkap, yakni DHM dan RDS. Tiga pelaku lainnya berinisial TT, MJS dan MIR masih buron.

Kasus penganiayaan terhadap dua prajurit TNI ini berawal ketika mereka nongkrong di kafe pada Sabtu (3/8/2024) malam hingga Ahad dini hari. Kedua korban kemudian didatangi sejumlah pria.

"Tujuh orang laki-laki ini, langsung menemui Pratu AS dan bertanya 'abang yang tadi kan?', dijawab 'kami nggak tahu apa-apa, kami Aparat TNI'," tutur Kombes Teddy menirukan dialog pelaku dan korban, Senin (6/8/2024), dikutip dari TribunMedan.com.

Usai mendengar jawaban korban, pelaku RDS langsung melakukan penganiayaan.

"Terus datang laki-laki (RDS) berkata, 'kenapa rupanya kalau aparat TNI' dan kemudian salah satu laki-laki langsung mendorong Pratu AS," lanjutnya.

Perkelahian antara korban dan geng motor tak dapat dihindarkan. Pratu AS mengalami keseleo di bagian kaki akibat dikeroyok. Prada DSK yang berusaha melarikan diri berhasil dikejar dan dianiaya para pelaku.

"Para pelaku meninju, menendang dan membacok korban hingga korban tidak berdaya," bebernya.

Prada DSK yang ditemukan babak belur dibawa ke rumah sakit oleh teman-temannya.

"Ini kita cocokkan dengan kamera CCTV yang kita dapat di Jalan Sekip, adapun tersangka yang diamankan ada dua orang," ucapnya.

Kombes Teddy mengatakan, para pelaku merupakan anggota Ikatan Pemuda Karya (IPK) dan geng motor Simple Life (SL).

"DHM ini ketua IPK ranting Sekip, RDS salah satu anggota IPK, dan TT yang masih melarikan diri mantan ketua Simple Life. Diduga terafiliasi (antara IPK dan SL)," jelasnya.

Kombes Teddy menambahkan, DHM dan RDS ditangkap di lokasi yang berbeda.

"Para pelaku dikenakan Pasal 170 ayat 2 Jo 351. Pengeroyokan dan penganiayaan yang mengakibatkan luka cacat," pungkasnya.***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:sindonews.com
Kategori:Kampus
wwwwww