Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
13 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Tak Enak dengan Bea Cukai, Enzy Storia Harap Ada Perbaikan Layanan Publik

Tak Enak dengan Bea Cukai, Enzy Storia Harap Ada Perbaikan Layanan Publik
Presenter dan artis Enzy Storia. (Instagram)
Jum'at, 17 Mei 2024 19:44 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Presenter dan artis Enzy Storia, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan karena karya seni atau acara yang dibintanginya, melainkan karena pengalaman pribadinya yang diungkapkan di media sosial terkait layanan Bea Cukai Indonesia.

Dalam unggahan di akun Twitter pribadinya, @EnzyStoria, pada Kamis, 16 Mei 2024, Enzy berbagi pengalaman kurang menyenangkan saat tas miliknya tertahan oleh Bea Cukai. Ia mempertanyakan tingginya harga pajak yang dikenakan, yang menurutnya lebih mahal dari harga tas itu sendiri.

Enzy Storia, yang juga istri dari diplomat Kementerian Luar Negeri, memutuskan untuk tidak menebus tas tersebut dan mempertanyakan nasib barang tersebut.

"Penasaran tas yang ngga gue tebus karena mahalan harga pajak daripada harga tasnya udah dikirim balik belum ya ke pengirim," tulis Enzy Storia dalam cuitannya.

Unggahan Enzy Storia segera menarik perhatian banyak netizen. Banyak yang kemudian mengarahkan perhatian ke akun Twitter Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Prastowo Yustinus.

Menanggapi hal ini, Prastowo dengan cepat merespons melalui akun Twitter resminya pada Jumat, 17 Mei 2024.

"Kak @EnzyStoria terima kasih informasinya. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami sudah berkoordinasi dengan teman2 Bea Cukai dan saat ini sedang dikoordinasikan dg pihak jasa pengiriman. Terima kasih telah berkenan memberikan kronologi yang akan memudahkan penyelesaian. Kami segera kembali setelah mendapatkan informasi yang lengkap dan solusi terbaik. Salam hangat," tulis Prastowo.

Insiden ini tidak hanya menjadi perbincangan hangat di media sosial, tetapi juga menyoroti pentingnya transparansi dan efisiensi dalam layanan publik. Respons cepat dari pejabat terkait menunjukkan adanya upaya untuk memperbaiki sistem dan pelayanan kepada masyarakat.

Pengalaman Enzy Storia ini membuka diskusi lebih luas mengenai prosedur dan kebijakan Bea Cukai. Banyak netizen yang turut berbagi pengalaman serupa, mendorong dialog yang konstruktif tentang bagaimana meningkatkan layanan publik di Indonesia.

Inisiatif Enzy Storia dalam membagikan pengalamannya dan respons cepat dari Prastowo menjadi contoh nyata bahwa suara masyarakat dapat menjadi pendorong perubahan positif.

Diharapkan dengan adanya kasus ini, Bea Cukai dan instansi terkait dapat lebih memperhatikan keluhan masyarakat dan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan mereka. Sehingga, pengalaman tidak menyenangkan seperti yang dialami Enzy Storia dapat diminimalisir di masa mendatang. (Yazid N). ***

wwwwww