Sempat Tertinggal, PSPS Pekanbaru Balas Libas Persiku Kudus 4-1 di Kandang
![]() |
Penulis: Afrila Yobi
Tuan rumah sejatinya langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal dibunyikan. Pertandingan belum genap satu menit, ujung tombak asal Brasil, Antonio Gamaroni langsung menguji ketangguhan pertahanan lawan. Namun, tembakan kerasnya masih bisa dimentahkan penjaga gawang Persiku, M Ridwan. Semenit berselang, Gamaroni kembali melepas tendangan jarak jauh yang sayangnya kembali bersarang di pelukan Ridwan.
Alih-alih mencetak gol cepat, kelengahan di lini belakang justru harus dibayar mahal oleh tuan rumah. Pada menit ke-19, penjaga gawang PSPS, Dicky Agung melakukan kesalahan antisipasi yang berujung pada pelanggaran terhadap Mohammad Asad di area terlarang. Wasit Dandy Surama Torong menunjuk titik putih. Victor Hugo yang maju sebagai algojo sukses menceploskan bola, membawa Persiku memimpin 1-0 meski arah tendangannya sempat terbaca oleh Dicky.
Tertinggal satu gol memaksa anak asuh Akhyar Ilyas menaikkan tempo permainan. Asir Aziz hampir menyamakan kedudukan usai lolos dari kawalan, tetapi bola cungkilnya melenceng dari sasaran. Persiku yang menerapkan taktik bertahan merapatkan barisan, membuat penyerang PSPS kesulitan menembus sepertiga akhir lapangan.
Usaha keras tuan rumah baru membuahkan hasil pada menit ke-43. Memanfaatkan kesalahan operan pemain belakang Persiku, Matheus Henrique Machado dengan cermat mengirimkan umpan terobosan. Asir Aziz yang berdiri bebas menyambut umpan tersebut dengan sepakan mendatar untuk merobek jala Ridwan. Gol perdana Asir di musim ini memaksa skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, PSPS meracik ulang strategi dengan menarik keluar Jenico Rski dan Vieri Donny, serta memasukkan Natanael Siringoringo dan Dimas Wicaksono. Keputusan ini membuat intensitas gempuran tuan rumah jauh lebih bertenaga.
Baru dua menit babak kedua berjalan, kemelut di depan gawang Persiku membuahkan hadiah penalti bagi PSPS. Pelanggaran terhadap Matheus Machado di kotak terlarang sempat memicu wasit untuk mengecek tayangan Video Assistant Referee (VAR). Hasilnya, penalti sah diberikan. Gamaroni yang mengambil tugas eksekusi dengan tenang mengecoh Ridwan, membalikkan keadaan menjadi 2-1 pada menit ke-47.
Keunggulan ini membuat PSPS semakin nyaman menguasai jalannya laga. Skema tekanan tinggi membuat kubu Persiku kesulitan membangun serangan balasan. Tim tamu sempat menebar ancaman melalui tendangan spekulasi Victor Hugo dari garis tengah lapangan pada menit ke-64, namun kesigapan Dicky Agung yang mundur cepat berhasil menepis bola jauh dari gawang.
Memasuki menit ke-70, transisi cepat PSPS kembali menghukum pertahanan lawan. Machado menyodorkan bola kepada Asir Aziz di sektor kiri. Lewat aksi individu yang tenang, Asir melewati satu pemain bertahan sebelum mengirim umpan silang matang ke mulut gawang. Natanael Siringoringo yang tidak terkawal tinggal memberikan sentuhan ringan untuk mengubah papan skor menjadi 3-1.
Kemenangan tuan rumah akhirnya dikunci pada penghujung laga. Pemain pengganti, Alfin Tuasalamony yang masuk menggantikan Asir, mengacak-acak barisan pertahanan Persiku sebelum mengirim umpan kepada Aulia Ramadhan. Bola kemudian diteruskan kepada Matheus Machado, yang menyelesaikannya dengan sepakan terukur untuk memastikan skor telak 4-1.
Penampilan Matheus Machado sepanjang 90 menit menjadikannya sorotan utama dalam laga tersebut. Gelandang agresif ini mencatatkan keterlibatan langsung pada tiga dari empat gol PSPS, mengukuhkan posisinya sebagai motor utama serangan tim di hadapan ribuan pendukung setia Askar Bertuah. ***
| Kategori | : | Gelanggang, Rumbai |







