Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
1 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Pekanbaru Kota

Sita 20 Paket Sabu di Pangeran Hidayat Pekanbaru, Polda Riau Gencarkan Operasi Bersih Peredaran Gelap

Sita 20 Paket Sabu di Pangeran Hidayat Pekanbaru, Polda Riau Gencarkan Operasi Bersih Peredaran Gelap
Kamis, 15 Oktober 2026 16:18 WIB
PEKANBARU KOTA - Langkah pembersihan kawasan dari peredaran obat terlarang kembali digulirkan aparat penegak hukum di ibu kota Provinsi Riau. Ratusan personel gabungan merangsek masuk ke kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Kota Pekanbaru, Kamis (15/10/2026), dan langsung menyisir sejumlah titik yang ditengarai kerap menjadi lokasi transaksi narkotika.

Operasi skala besar ini diinisiasi oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau dengan menggandeng Polresta Pekanbaru, Badan Narkotika Nasional (BNN), Satpol PP, Bea Cukai, TNI, Brimob, hingga Direktorat Samapta. Dari penyisiran di lapangan, petugas menyita 20 plastik klip kecil berisi serbuk kristal yang diduga kuat merupakan narkotika jenis sabu.

Selain barang bukti fisik, aparat turut mengamankan enam orang yang berada di sekitar lokasi. Pelaksana Harian Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, AKBP Edy Munawar menguraikan bahwa keenam warga tersebut langsung menjalani pemeriksaan urine di tempat guna memastikan keterlibatan mereka.

"Untuk yang kita amankan, hasil tes urine positif. Sementara ini mereka diduga sebagai pengguna," paparnya usai memimpin jalannya operasi.

Mengingat indikasi awal mengarah pada penyalahgunaan, pihak kepolisian segera melimpahkan proses penanganan kepada Tim Asesmen Terpadu (TAT). Langkah asesmen yang difasilitasi oleh BNN ini bertujuan untuk mengukur tingkat ketergantungan sekaligus menentukan prosedur penanganan hukum maupun medis yang tepat bagi keenam orang tersebut.

Lebih lanjut, Edy menerangkan bahwa penindakan terpadu ini merupakan respons atas instruksi dari pimpinan Polri guna memutus mata rantai peredaran gelap narkotika di permukiman padat. Upaya memutus pasokan barang haram ini dipastikan tidak akan berhenti pada satu lokasi saja.

"Beberapa hari ke depan kita lakukan operasi terus secara masif. Tidak hanya di sini, tetapi secara serentak di wilayah kabupaten yang ada di Provinsi Riau," tegasnya memastikan eskalasi operasi akan menyentuh daerah lain. (wpb)

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Kabar Bertuah, Pekanbaru Kota
wwwwww