Imigrasi Pekanbaru Luncurkan Layanan Si Jempol hingga Ikan Patin, Akses Paspor Kini Lebih Ramah
![]() |
| Pengurusan paspor. |
Penulis: Hermanto Ansam
Terobosan tersebut mencakup layanan pengaduan SIMPATIKU, SI JEMPOL (Imigrasi Pekanbaru Jemput Bola), IKAN PATIN, hingga IKAN CUPANG. Sederet program ini dirancang khusus sebagai jalur prioritas guna memastikan warga mendapatkan akses keimigrasian yang inklusif, cepat, dan terbebas dari hambatan birokrasi.
Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Rianto menjelaskan bahwa seluruh inovasi ini diinisiasi untuk meruntuhkan stigma pengurusan dokumen yang terkesan kaku. "Semua inovasi yang kita hadirkan murni bertujuan memberikan pelayanan prima langsung ke tengah masyarakat," paparnya dalam forum pertemuan bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau di sebuah hotel di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Kamis (15/10/2026).
Forum yang dihadiri 30 pewarta pengurus PWI Riau ini menjadi medium bagi Imigrasi Pekanbaru untuk membedah langsung efektivitas layanan mereka kepada publik. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru, Roni Sastrawan menegaskan, pelayanan publik membutuhkan saluran komunikasi yang transparan agar manfaatnya dirasakan nyata oleh warga.
"Layanan publik seperti pembuatan paspor hingga penegakan hukum keimigrasian perlu diketahui luas oleh masyarakat. Kami sangat terbuka menerima kritik serta masukan konstruktif demi perbaikan layanan yang lebih profesional ke depannya," tegasnya.
Upaya Imigrasi menghadirkan inovasi layanan jemput bola ini sejalan dengan dorongan pengawasan dari instansi terkait. Kepala Ombudsman Perwakilan Riau, Bambang Pratama, SH MH mengingatkan pentingnya kontrol berlapis agar hak warga negara terlayani secara maksimal tanpa diskriminasi.
"Untuk itu kita telah menyiapkan layanan aduan terpusat melalui call center 137. Mari bersama kita awasi layanan publik pemerintah, jika ada kendala laporkan ke kami," imbaunya.
Keterbukaan akses informasi layanan keimigrasian ini disambut positif oleh insan pers daerah. Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar mengingatkan para pewarta agar terus menyajikan karya jurnalistik yang kredibel dan berimbang sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat pencari layanan.
"Setiap berita yang dihasilkan harus bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sangat berbahaya jika informasi yang disajikan kepada publik tidak kredibel," sebutnya.
Keseriusan Imigrasi membedah program pelayanan publiknya memicu diskusi yang dinamis di penghujung acara. Sesi tanya jawab diwarnai berbagai masukan dan pertanyaan kritis seputar efektivitas pengawasan orang asing dan kualitas layanan dari sejumlah pewarta senior, diantaranya Zufra Irwan, Fitriadisyam, Elpi Alkhairi, Anthony Harry, dan Hendri Agustira. ***
| Kategori | : | Kabar Bertuah, Pekanbaru |








