Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
2 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Pemkot Pekanbaru Perpanjang PJJ Hingga Sabtu, Udara Berbahaya Ancam Kesehatan Siswa

Pemkot Pekanbaru Perpanjang PJJ Hingga Sabtu, Udara Berbahaya Ancam Kesehatan Siswa
Rabu, 07 Oktober 2026 17:12 WIB
Penulis: M Rafdinal Adrianto

PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru kembali memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik tingkat PAUD hingga SMP sampai dengan Sabtu (10/10/2026). Keputusan ini diambil menyusul memburuknya parameter kualitas udara dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) yang sempat menyentuh level berbahaya.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengonfirmasi bahwa perpanjangan masa belajar dari rumah tersebut diputuskan setelah mengevaluasi tiga indikator pengukuran polusi. Ia merinci, tingkat pencemaran di ibu kota Provinsi Riau ini memburuk tajam pada Rabu (7/10/2026) siang.

"Kondisi udara kita di Pekanbaru hari ini dalam kondisi sangat tidak sehat, dan ada tiga parameter, tiga-tiganya menunjukkan kondisi sangat tidak sehat. Dan tadi jam 13.00 WIB itu sampai ke posisi berbahaya," ungkapnya.

Belasan Ribu Warga Tumbang Terserang ISPA

Bencana kabut asap ini tidak sekadar menurunkan jarak pandang, tetapi telah memicu krisis kesehatan publik secara masif di wilayah setempat. Tercatat lebih dari 10.000 penduduk kini menderita berbagai komplikasi saluran pernapasan, mulai dari asma, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, hingga pneumonia.

Markarius membeberkan bahwa lonjakan pasien di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan terus terjadi setiap harinya. Puncak kedatangan warga yang membutuhkan perawatan medis akibat paparan polutan tercatat sangat tinggi pada pertengahan pekan ini.

"Yang sudah terpapar sampai hari ini sudah lebih 10.000 orang ya yang terkait dengan asap ini. Kemudian yang tertinggi kemarin 7 Oktober itu, pasien kita terkait dengan hal ini 374," paparnya.

Evaluasi Lanjutan Tunggu Prakiraan Cuaca BMKG

Menghadapi ancaman lingkungan ini, Pemkot Pekanbaru mendesak seluruh manajemen sekolah dan orang tua agar mengawasi anak-anak mereka untuk disiplin mengikuti aktivitas belajar mandiri. Langkah isolasi di dalam ruangan ini diharapkan mampu menekan angka kesakitan pada kelompok rentan.

Jajaran pemerintah daerah dijadwalkan bakal menggelar evaluasi menyeluruh terkait perpanjangan masa PJJ ini pada Minggu (11/10/2026) mendatang. Peninjauan ulang tersebut nantinya akan mempertimbangkan dinamika cuaca terkini serta potensi hujan lebat yang diprakirakan BMKG akan mengguyur wilayah Pekanbaru pada akhir pekan. ***

wwwwww