Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
1 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Kabut Asap Pekanbaru Kian Parah, Disdik Perpanjang PJJ Imbas Anak-anak Terserang Demam

Kabut Asap Pekanbaru Kian Parah, Disdik Perpanjang PJJ Imbas Anak-anak Terserang Demam
Rabu, 07 Oktober 2026 18:07 WIB
Penulis: Afrila Yobi

PEKANBARU - Bencana kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru menyebabkan kualitas udara merosot tajam hingga level berbahaya dan memicu gangguan kesehatan pada anak-anak. Menindaklanjuti paparan polusi dari sisa pembakaran hutan dan lahan tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) setempat memperpanjang masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) guna meminimalkan risiko pada kelompok rentan.

Berdasarkan data pemantauan situs IQAir pada Rabu (7/10/2026) pukul 11.00 WIB, konsentrasi partikulat halus PM2,5 melonjak hingga 251,4 mikrogram per meter kubik. Polusi ini melanjutkan tren buruk hari sebelumnya saat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat angka PM2,5 menyentuh 298,7 mikrogram per meter kubik.

Masa Belajar dari Rumah Diperpanjang

Merespons kondisi pencemaran udara yang berisiko bagi kesehatan, Disdik Kota Pekanbaru mengambil langkah antisipasi. Kebijakan belajar dari rumah bagi siswa PAUD hingga SMP yang semula dijadwalkan berakhir pada Rabu, kini resmi diperpanjang sampai Sabtu (10/10/2026).

Meskipun aktivitas sekolah telah dialihkan secara daring, paparan kabut asap tebal di lingkungan sekitar tetap memicu penurunan kondisi fisik warga, khususnya anak-anak. Sejumlah orang tua melaporkan buah hati mereka mulai mengalami gejala demam, batuk, dan gangguan pernapasan.

Orang Tua Rawat Anak Demam di Rumah

"Awalnya anak saya mengeluh gak enak badan, lalu muncul batuk-batuk, karena kabut asap semakin parah di Pekanbaru," keluh Rani, salah seorang warga setempat.

Keluhan serupa dialami oleh Elvi, warga lainnya yang harus berjaga di rumah memantau kondisi sang anak setelah mengalami peningkatan suhu tubuh yang cukup drastis.

"Sudah dua hari anak saya demam," ungkapnya.

Saat ini, otoritas terkait terus melakukan pemantauan berkala terhadap Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di seluruh wilayah ibu kota Provinsi Riau tersebut. Masyarakat diminta untuk menunda aktivitas di luar ruangan serta selalu mengenakan masker saat terpaksa harus beraktivitas meninggalkan rumah. ***

wwwwww